REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Fraksi PKS, Al Muzammil Yusuf, menyatakan kasus korupsi yang mendera sejumlah parpol membuat calon presiden dari luar parpol memiliki elektabilitas tinggi.
"Kami menyadari hal ini," jelasnya, di DPR, Selasa (7/2). Dia mengatakan hal ini menjadi tamparan bagi parpol sehingga harus semakin memperbaiki citra.
Muzammil menilai sangat memungkinkan bagi capres dan cawapres direkrut dari luar partai. Sebabnya, elektabilitas partai terkadang kalah dengan elektabilitas individu.
Gerindra misalkan, elektabilitasnya kalah dengan Prabowo Subiyanto. Hal yang sama juga terjadi saat Pemilukada. Popularitas dan elektabilitas individu lebih tinggi mengungguli parpol.
Secara konstitusi, hal ini dinilainya menjadi ancaman semakin rendahnya elektabilitas parpol. Sementara parpol membutuhkan 20 persen lebih suara dan lebih dari 20 persen kursi di parlemen. "Ini berdasarkan UU Pemilu yang lama. Untuk revisinya masih dipikirkan," jelas Muzammil.