Senin 23 Jan 2012 14:57 WIB

PPP Harus Belajar dari Masa Lalu

Rep: Andi Nur Aminah/ Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Umum PPP,  Suryadarma Ali, mengatakan, pengalaman masa lalu perlu menjadi perhatian seluruh kadernya. Ini penting agar perolehan kursi dan suara yan signifikan bisa kembali diraih. Ha ltersebut disampaikan Suryadarma di sela peringatan Milad ke-39 PPP di Makassar, Senin (23/1).

Ada tiga fakta penting yang pernah terjadi dalam sejarah PPP. Pertama, telah terjadi penurunan perolehan suara dari pemilu ke pemilu. Kedua, banyaknya pandangan yang mendiskreditkan partai berbasis agama yang dinilai sebagai partai yang tidak bisa berkembang, bahkan sampai ke kelas menengah sekalipun. Ketiga, PPP merasa perolehan kursi dan suaranya pada pemilu lalu bukan perolehan kursi dan suara murni.

Berdasarkan hal tersebut, maka menjelang Pemilu legislatif 2014, PPP menyiapkan kadernya untuk menepis dan menghindari kembali terjadinya pengalaman masa lalu yang membuat PPP terpuruk itu. ‘’Kita sedang mengatur cara bagaimana agar pada 2014 itu tidak terulang lagi. Pengalaman yang lalu itu pasti akan terpakai lagi. Kalau sekarang kita sudah mendapat 38 kursi di DPR, bagaimana agar 2014 akan lebih besar lagi, taktik dan strategi di tahun 2009, akan lebih disempurnakan pada 2014 nanti,’’ ujar Suryadharma.

Menurutnya, kini langkah untuk menyemangati seluruh kader partai agar pengalaman masa lalu itu tidak terulang lagi. Salah satu caranya adalah kerja keras dari kader partai agar bisa meraih kepercayaan masyarakat.

Suryadarma mengatakan, PPP telah menargetkan 12 juta kader siap mendukung PPP. Angka tersebut, menurutnya cukup moderat dan tidak berlebihan. Karena faktanya, dari data jumlah pengurus PPP dari Pusat sampai ke ranting-ranting, jumlah seluruhnya ada 1,6 juta orang. ‘’Kalau setiap pengurus kerja keras dan peduli, bisa menghasilkan 10 orang saja setiap pengurus, berari sudah ada 16 juta orang. Jadi angka 12 juta itu sebetulnya kecil,’’ ungkapnya.

Dia menyakini, dengan kerja lebih keras, perolehan suara akan meningkat. ‘’Kuncinya, semakin besar perolehan kursi di DPR, semakin besar modal politik yang  dimiliki PPP. Kalau modal politik kita besar, banyak peluangnya,’’ ujar  Suryadarma.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement