REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Korban kapal imigran asal Afghanistan dan Iran yang tenggelam Perairan Prigi, Watu Limo, Trenggalek, Jawa Timur diduga terdapat warga negara Indonesia (WNI). Namun, nasib dan identitasnya hingga kini belum diketahui.
Wakapolda Jawa Timur, Brigjen pol DRS Eddi Sumantri, mengatakan, informasi yang dihimpun dari korban yang selamat terdapat 3 anak buah kapal (ABK) yang berciri-ciri seperti orang Indonesia. Di kapal tersebut, terdapat seorang nahkoda dengan 5 ABK. Sementara, identitas dan kewarganegaraan nahkodanya juga belum diketahui. “Korban selamat mengatakan, nahkodanya berparas hitam dan berambut kriting,” kata Eddi, Ahad (18/12).
Namun, kata Eddi, nasib nahkoda dan ABK tersebut belum diketahui, apakah selamat atau tidak. “Ada yang bilang naik sekoci. Hanya saja belum pasti yang naik sekoci itu ABK atau Penumpang,” kata Eddi. Hingga kini, sekoci tersebut juga belum ditemukan. Sedangkan, 33 penumpang yang selamat berasal dari Afghanistan dan Iran.
Menurut Eddi, kapal yang mengangkut 215 penumpang asal Afghanistan dan Iran itu berangkat dari Jakarta dengan tujuan Australia. Diduga kapal tersebut karam karena kelebihan muatan. Eddi juga belum memastikan identitas dan jenis kapal yang terbuat dari kayu tersebut. “Korban yang selamat masih sulit dimintai keterangan karena masih syok dan terkendala bahasa,” kata Eddi.




