Rabu 09 Nov 2011 16:04 WIB

Soal Mogok Karyawannya, Manajemen Telkomsel Siap Berunding

Rep: Fitria Andayani/ Red: Djibril Muhammad
Telkomsel
Foto: .
Telkomsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ribuan karyawan Telkomsel berencana melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi pada Kamis (10/11) hingga satu bulan ke depan. Aksi ini dilakukan karena karyawan menilai pihak manajemen Telkomsel telah melanggar perjanjian kerja sama yang telah disepakati. Atas aksi tersebut, manajemen Telkomsel akan melakukan dialog dengan karyawan.

GM Corporate Communication Telkomsel, Ricardo Indra menyatakan, pihaknya akan berusaha untuk mencari solusi terbaik atas masalah tersebut. "Sehingga dihasilkan penyelesaian yang terbaik antara kedua pihak," ujarnya, Rabu (9/11).

Dia pun memastikan masalah ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional dan pemberian layanan kepada pelanggan Telkomsel. "Kami pastikan tetap memberikan layanan terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat), Achsinanto Risantosa menyatakan, direksi dinilai lalai dalam mematuhi Perjanjian Kerja Bersama (PKB). "Sejauh ini kesepakatan dalam PKB tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya," katanya.

Terutama, lanjut dia, soal mekanisme penggajian karyawan. Di mana besaran gaji pokok tidak kunjung naik selama bertahun-tahun. "Harusnya disesuaikan dengan tingkat inflasi di Indonesia," katanya.

Sepakat juga menuntut agar aspirasi karyawan dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan strategis perusahaan. Perseroan pun diminta untuk memperlakukan karyawan sebagai aset dan bernilai strategis. Aksi mogok kerja ini akan dimulai dengan demonstrasi di kantor pusat Telkomssel di Jalan Gatot Subroto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement