Kamis 03 Nov 2011 07:36 WIB

Digagalkan Pengangkatan Kapal Kayu Kuno di Sungai Babagan

REPUBLIKA.CO.ID,REMBANG--Kepolisian Sektor Lasem bersama Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dan perangkat Desa Dasun, Kabupaten Rembang, Rabu (2/11) malam, menggagalkan pengangkatan kerangka sebuah kapal kayu kuno oleh lima orang pemburu barang kuno di Sungai Babagan.

Kapolsek Lasem AKP Isnaeni di Rembang, Kamis, mengatakan pihaknya masih memeriksa intensif lima orang pemburu barang kuno masing-masing Suwandi warga Dusun Layur Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem serta Hartono, Ngateman, Wagiman, dan Nur, warga Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

"Kami meminta mereka menghentikan upaya pengangkatan bangkai kapal setelah menerima informasi bahwa kapal kayu tersebut merupakan benda bersejarah atau diduga dibuat pada sekitar tahun 1800," kata dia.

Polisi juga mengamankan beberapa potong kayu yang diduga berasal dari bangkai kapal tersebut ke Mapolsek Lasem sebagai barang bukti. "Kami masih perlu mendalami motif kelima orang ini, apakah mereka memang tidak mengetahui kesejarahan kapal kayu tersebut sebelumnya atau sengaja mengambilnya untuk diperjualbelikan meski sudah tahu bahwa benda itu adalah benda sejarah," kata dia.

Kepala Desa Dasun Sujarwo mengatakan pihak desa baru mengetahui adanya aktivitas para pemburu barang kuno pada Rabu (2/11) petang. "Kami baru mengetahui aktivitas para pencari benda kuno pada Rabu (2/11) petang. Setelah menerima laporan masyarakat, kami teruskan ke aparat Polsek Lasem untuk ditindaklanjuti," kata dia.

Ia mengatakan, dari keterangan yang dihimpun desa, lima orang pencari barang kuno tersebut sudah menyusuri sepanjang Sungai Babagan selama satu bulan terakhir. "Namun mereka tidak pernah melapor ke aparat desa tentang aktivitas mereka," kata dia.

Suwandi, salah seorang pemburu kapal kayu kuno mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan pencari barang kuno Hartono, Ngateman, Wagiman dan Nur, sebulan silam saat pulang melaut.

Karena tertarik dengan aktivitas keempatnya, Suwandi kemudian menunjukkan sebuah tempat di Sungai Babagan yang masuk wilayah Desa Dasun untuk disisir. "Setelah diselami, ternyata ada bangkai kapal. Kemudian sebulan terakhir kami berusaha untuk melakukan pengangkatan," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa bangkai kapal terpendam sekitar sembilan meter dari permukaan laut dan untuk mengangkat bangkai kapal kayu tersebut, pihaknya sudah mengeluarkan uang mencapai Rp14 juta," kata dia.

Tim dari BP3 Jateng yang sedang berada di Lasem untuk melakukan penelitian situs sejarah di wilayah itu, memastikan bahwa kerangka kapal yang diangkat dari Sungai Babagan itu baru separuh badan kapal.

Pengawas Arkeologi BP3 Jateng, Bagus Pujianto yang memimpin penelitian situs sejarah Lasem, menyatakan bahwa panjang kerangka yang telah berhasil diangkat oleh lima pencari barang kuno itu mencapai 14 meter. "Untuk tindakan lebih lanjut, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim," ujarnya singkat.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement