Rabu 19 Oct 2011 15:08 WIB

Mentri Kelautan & Perikanan Baru Diharap Munculkan Terobosan Baru

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sektor pertanian dan kelautan merupakan nyawa bangsa Indonesia. Tentu saja, siapapun menteri yang menjabat dikedua bidang tersebut semestinya memiliki banyak terobosan dan inovasi di bidang kelautan dan perikanan nasional.

Akademisi sekaligus Ketua Tim Nasional Percepatan Investasi Pulau-Pulau Kecil, Rokhmin Dahuri, tak ketinggalan menaruh harapan besar terhadap menteri baru yang akan dijabat oleh Sharif Cicip Sutardjo. “Menteri baru harus mampu menjalin koordinasi yang baik dengan pemerintahan provinsi dan kabupaten kota,” katanya saat dihubungi Republika, Rabu (19/10).

Menurut Rokhmin, sektor kelautan membutuhkan pendekatan berbeda dalam hal koordinasi. Pasalnya, pemerintah pusat hanya mengelola 92 pulau terluar di Indonesia, sementara belasan ribu pulau lainnya dikelola langsung oleh pemerintahan daerah.

Hal yang sama ternyata juga menjadi salah satu titipan pesan seorang Fadel Muhammad kepada penggantinya. “Saya benar-benar titipkan kordinasi dengan daerah yang sudah terjalin baik hingga saat ini,” katanya kepada Republika di kantornya, Rabu (19/10).

Hingga 2014, pemerintah menargetkan 100 pulau dalam percepatan pembangunan investasi. Khusus 2011, kata Rokhmin yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era Megawati ini menyampaikan ada 20 pulau yang tengah dikembangkan.

Mereka tersebar ditujuh provinsi kepulauan, yaitu Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Tengah. Jadi, menteri baru ia harapkan bisa merangkul daerah mewujudkan program tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement