REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sejumlah harapan kepada kementerian yang mengalami perubahan menteri atau penambahan wakil menteri. Dalam pengumuman reshuffle kabinet yang disampaikan di ruang Credential Istana Merdeka Jakarta, Selasa malam, Kepala Negara mengharapkan sejumlah kementerian itu melakukan tugasnya dengan baik dan bekerja keras untuk memenuhi target kerja kabinet hingga tiga tahun mendatang.
"Menkumham Amir syamsuddin dan Wakil Menteri Denny Indrayana saya berharap dua pejabat ini lebih majukan dunia hukum, lanjutkan reformasi dan cari solusi atas sejumlah masalah di bidang hukum dan ham," kata Presiden.
Kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan menteri yang dijabat oleh Ir. Azwar Abubakar dan Wakil Menteri Prof.Dr Eko Prasodjo, Presiden mengharapkan adanya penanganan reformasi birokrasi dalam tiga tahun ke depan. Karena, ada yang menganggap belum ada kemajuan berarti.
Untuk kementerian luar negeri dengan pengangkatan wakil menteri yang baru yaitu Wardana, SBY berharap kementerian tersebut dapat meningkatkan kapasitas politik luar negeri RI di berbagai forum internasional. Karena, Indonesia saat ini aktif diberbagai forum internasional termasuk G-20 dan East Asia Summit.
"Untuk Kepala Badan Intelijen Nasional, saya menunjuk Letnan Jenderal Marciano Noorman. Saya pandang pengalaman cukup dan cakap untuk jadi Kepala BIN,'' kata Presiden Yudhoyono. ''Kita ingin bisa kembangkan intelijen agar pengambilan keputusan tepat dan lebih baik. Intelijen juga untuk keamanan, militer dan ekonomi dan bidang apa pun yang berpengaruh dalam kehidupan negeri ini.''
Sementara Kementerian Keuangan dengan pengangkatan Wakil Menteri Mahendra Siregar mendampingi Wakil Menteri Keuangan Ani Rachmawati, Kepala Negara mengharapkan dapat membantu kerja Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Selain menangani masalah keuangan dalam negeri, kementerian ini diharapkan juga memberikan perhatian terhadap permasalahan keuangan global saat ini.
Untuk bidang perdagangan, Presiden yang mengangkat Gita Wirjawan sebagai Mendag dan Bayu Khrisnamurthi sebagai Wamendag mengharapkan selain produk Indonesia diharapkan dapat menembus perdagangan global dan juga bisa meningkatkan kebijakan perdagangan dalam negeri antar pulau dan antar provinsi.
"Saya harus mengangkat satu wakil menteri di bidang pertanian yaitu saudara Rusman Heriyawan. Saya pandang yang bersangkutan ini cakap untuk membantu mentan agar kecukupan pangan penting, perlu peningkatan produksi dan produktivitas dan masalah pertanian di seluruh Indonesia," katanya.
Untuk Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Presiden mengangkat Ir. Jero Wacik sebagai menteri ESDM dan Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo dengan target mengamankan kebutuhan energi nasional dengan pengembangan energi terbarukan sehingga dapat menghadapi gejolak energi global.
Mari Elka Pangestu, yang semula menjabat sebagai Mendag, dipercaya oleh Presiden untuk menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif didampingi wakil menteri Sapta Nirwandar. Mari diharapkan bisa memajukan pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.
Untuk sektor perhubungan, Presiden menugaskan EE Mangindaan sebagai menteri yang baru dengan tugas meningkatkan kualitas perhubungan darat, laut dan udara serta meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi. Gusti Muhammad Hatta yang menempati pos Menteri Riset dan Teknologi menggantikan Suharna Surapranata diharapkan dapat mengembangkan teknologi ramah lingkungan.