Senin 05 Sep 2011 16:09 WIB

Sri Sultan: Saya tak Ingin Jadi Gubernur Seumur Hidup

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, dirinya tidak ingin menjadi gubernur selamanya. Alasanya, semakin tua kemampuannya semakin menurun.

"Saya menghargai dukungan masyarakat, tetapi saya tidak sependapat jika jabatan gubernur dan wakil gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tanpa batasan waktu," katanya di Yogyakarta, Senin (5/9).

Pendapat itu ia lontarkan menanggapi amanat rakyat yang menetapkan Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY tanpa batasan waktu.

"Hal itu tentu akan merugikan masyarakat, sehingga saya tidak ingin menjadi gubernur selamanya. Dengan demikian, ada dinamika di pemerintahan daerah dan masyarakat," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ditanya tentang belum selesainya pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY di DPR, Sultan mengatakan, masyarakat diharapkan bersabar dan menunggu perkembangan selanjutnya.

"Saya juga berharap pusat segera menyelesaikan pembahasan RUUK DIY agar tidak semakin berlarut-larut. Semoga pemimpin bangsa diberi hidayah oleh Tuhan," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Sekretariat Bersama (Sekber) Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Widihasto Wasono Putro, mengatakan, pernyataan Sultan yang tidak ingin menjabat gubernur tanpa batas waktu patut diapresiasi. "Pernyataan itu merupakan cerminan kearifan seorang pemimpin. Hal itu menunjukkan Sultan tidak ambisius dengan jabatan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement