REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menampik, jika surat balasan Presiden yang ditujukan kepada tersangka korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin bersifat pribadi.
Menurutnya ada dua hal esensial mengapa surat itu perlu dibalas. Pertama Presiden ingin supaya masyarakat dapat mengetahui duduk permasalahan itu dengan jelas.
Sebagaimana diketahui, surat dari Nazaruddin itu, beberapa hari ini telah menjadi kontorversi di publik. Surat itu menjadi perdebatan dan dikaitkan dengan presiden. "Agar masyarakat atau rakyat Indonesia menjadi tahu persoalannya," ujarnya, di Kantor Presiden, Senin (22/8).
Kedua, lanjut Julian, jawaban surat itu adalah bentuk pesan kepada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kasus hukum termasuk korupsi. Presiden tidak akan lakukan intervensi terhadap berbagai proses hukum yang ditangani oleh aparat penegak hukum.
Surat Presiden ke Nazaruddin disampaikan Ahad (21/8) siang kemarin. Surat itu dibawa oleh kurir ke tempat tahanan Nazaruddin, di Mako Brimob Kelapa Dua.