Selasa 16 Aug 2011 13:44 WIB

Kunjungan DPR ke Mako Brimob Dinilai Berlebihan

Rep: Esthi Maharani/ Red: Siwi Tri Puji B
Nazaruddin di Mako Brimob
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Nazaruddin di Mako Brimob

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kunjungan lima anggota Komisi III ke DPR pada Senin sore, (15/8) menuai protes dari sejumlah kalangan. Tak terkecuali dari Partai Demokrat (PD). Wakil Sekjen Pd, Ramadhan Pohan menilai kunjungan itu sebagai tindakan yang berlebihan. “Jangan karena mentang-mentang DPR semua mau kita tabrak di sana, kecuali ada permintaan dari Nazar,” kata saat ditemui usai pidato kenegaraan, Selasa (16/

Menurutnya, anggota DPR pun seharusnya mematuhi dan mengikuti aturan yang ada. Ia beranggapan izin untuk menjenguk atau mendatangi Nazar berada di KPK. “Bagaimana bisa masuk ke penahanan tanpa izin. Tidak bisa menjadi semau gua,” katanya.

Ramadhan menilai citra DPR pun harus dijaga jangan sampai dianggap memberikan panggung untuk koruptor. Terutama dari perbuatan atau upaya melakukan manuver politik.

Seperti diberitakan, lima anggota Komisi III yakni Aziz Syamsuddin, Nudirman Munir, A Yani, Herman Heri, dan M Nasir yang juga sepupu M Nazaruddin. Saat kunjungan itu pula ikut serta, OC Kaligis yang mengklaim sebagai kuasa hukumnya.

Meski sempat ditolak, akhirnya lima anggota Komisi III berhasil bertemu Nazar dan menilai kondisinya linglung, belum stabil, dan terlihat ketakutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement