Senin 08 Aug 2011 13:05 WIB

Disemprit KPI Soal Azan, TVOne Siap Berdiskusi

Rep: M Akbar / Red: Didi Purwadi
Logo TVOne
Logo TVOne

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - TVOne menerima secara lapang dada surat peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait dengan azan yang disisipi iklan. Pihak TVOne juga mengaku siap melakukan diskusi untuk membahas secara jernih tentang konten azan yang dinilai telah dikomersialisasikan dalam bentuk sisipan iklan.

''Kalau setiap masukan dari pemirsa dan KPI, kita selalu perhatikan tapi mari kita lihat secara jernih. Jangan seolah-olah kita telah komersialisasikan azan,'' kata Toto Suryanto, general manager internal affair TVOne, dalam perbincangan melalui telpon kepada Republika, Senin (8/8).

Toto mengaku sudah menerima 'surat masukan' dari pihak KPI pada pekan lalu. Sebagai tindak lanjutnya, pihak TVOne juga sudah menyiapkan surat jawaban. ''Ini sekarang lagi berproses dengan KPI. Di dalam surat itu sudah kita jelaskan,'' ujarnya.

Diakui oleh Toto, pada masa Ramadhan, rating pemirsa paling tinggi adalah azan. Rating sendiri merupakan salah satu ukuran untuk mencerminkan jumlah pemirsa terhadap sebuah program televisi.

Tak heran jika waktu beberapa menit sebelum azan itu, kata dia, nilainya sangat mahal. Lantas, terkait dengan peringatan dari pihak KPI, Toto menjelaskan pihaknya ingin mengetahui adegan visual di bagian mana yang dinilai telah melakukan komersialisasi.

Toto juga menyebutkan adanya beberapa iklan di televisi yang menggunakan prolog azan. ''Nah inilah yang ingin kita ketahui,'' katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement