Selasa 29 Jun 2010 07:34 WIB

Ratusan Kilo Daging Babi Hutan Disita

REPUBLIKA.CO.ID,MERAK--Sekitar 320 kilogram daging babi hutan (celeng) yang akan dikirim melalui angkutan bus Sumatra-Tanjung Priok, Jakarta, disita Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Banten."Kami mengamankan daging babi hutan yang disimpan dalam empat karung besar," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Ajun Komisaris Polisi Idrus Madaris, saat dihubungi Senin.

Ia mengatakan, terungkapnya pengiriman daging celeng tersebut setelah petugas melakukan operasi rutin di sekitar Kawasan Pelabuhan Merak.Setiap kendaraan yang hendak masuk ke kapal roll on roll off (roro) diperiksa petugas, dan petugas mencurigai muatan bus tujuan Jakarta setelah menyium bau amis dari dalam karung.

Saat dilakukan pemeriksaan karung itu, kata dia, ditemukan ratusan kilogram daging babi hutan yang akan dikirim ke Jakarta.Menurut dia, penyitaan daging babi tersebut oleh petugas seringkali terjadi sehingga razia dilaksanakan secara rutin. Daging celeng itu diduga hasil berburu di Pulau Sumatra.

Petugas mengamankan daging celeng karena tidak dilengkapi dokumen lengkap, juga menggunakan bus umum dengan sistem paket. Selanjutnya, daging celeng itu diserahkan ke Karantina Hewan Kelas II Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan dan pemusnahan."Daging babi hutan itu kini belum ada pemiliknya," katanya.

Kepala Seksi Karantina Tumbuhan dan Hewan Karantina Hewan Kelas 11 Cilegon, Djuharyono, membenarkan pihaknya menerima sebanyak 320 kilogram daging celeng dari hasil operasi yang dilakukan polisi Pelabuhan Merak."Saat ini daging celeng itu masih tersimpan dalam rumah hewan milik karantina," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum dilakukan pemusnahaan daging celeng pihaknya menunggu pemiliknya untuk membawa dan mengurusnya di Kantor Karantina. Jika mereka tidak datang dengan membawa surat keelngakapan dokumen yang sah maka daging celeng itu akan dimusnahkan. "Hingga jini pemilik daging celeng belum datang ke kantor," katanya.

sumber : ant
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement