Jumat 30 Apr 2010 05:06 WIB

Pemerintah Siap Lakukan Sensus Penduduk Terbesar

Rep: EH Ismail/ Red: Endro Yuwanto
Sensus penduduk
Sensus penduduk

JAKARTA--Pemerintah sedang melakukan pendataan penduduk terbaru setelah terakhir kali melakukan sensus pada 10 tahun silam. Data sensus penduduk tahun 2010 akan menjadi basis utama proyeksi penduduk dekade 2010-2020 serta data dasar (baseline) bagi semua kementerian dan instansi pemerintah dalam menetapkan program perencanaan dan evaluasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan, mengatakan, sensus penduduk pada tahun ini merupakan sensus terbesar yang pernah dikerjakan pemerintah. Besarnya kegiatan sensus tercermin dari banyaknya sumber daya manusia yang terlibat.

''Ada 700 ribu petugas pencacah untuk mengambil data di sekitar 60 juta rumah tangga yang tersebar di 90 ribu desa di 33 provinsi,'' ujar Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis (29/4).

Sejak Indonesia merdeka, pemerintah sudah melakukan lima kali sensus penduduk. Sensus terakhir dilaksanakan pada tahun 2000. Mengingat pentingnya pelaksanaan sensus, Rusman mengimbau kepada semua organisasi pembangunan internasional untuk memanfaatkan secara maksimal daya yang diperoleh dari kegiatan sensus.

Tak terkecuali bagi warga negara asing yang berdomisili di Indonesia juga diminta untuk membantu suksesnya pelaksanaan sensus. Warga negara asing diminta dengan sukarela membuka pintu bagi para petugas pencacah dan memberikan informasi yang benar.

Rusman optimistis, sensus tahun ini akan memberikan hasil data yang jauh lebih detail dan spesifik. ''Karena sensus yang kami lakukan by name by address. Jauh lebih detail dibandingkan sensus terakhir,'' jamin dia.

Output sensus penduduk tahun 2010, kata Rusman, dapat disajikan sampai ke tingkat satuan lingkungan terkecil seperti RT, dusun, dukuh atau jorong. Sementara, pada sensus penduduk 2000 lalu, hanya terbatas sampai tingkat desa saja.

Selain tingkat kedetailan yang lebih spesifik, Rusman melanjutkan, sensus terakhir 10 tahun silam tidak berhasil dilaksanakan di sejumlah daerah yang sedang berkonflik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement