JAKARTA – Anak-anak di Kampung Ongan Jaya, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, kini memiliki akses lebih luas terhadap bahan bacaan melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) Seribu Mimpi. Taman baca yang dibangun Tim 9 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (TEP ITB) itu menyediakan lebih dari 4.000 buku dan melibatkan pemuda setempat dalam pengelolaannya.
Kehadiran taman baca tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sekaligus mendukung kegiatan belajar anak-anak di luar sekolah. Ruang tersebut juga menyediakan tempat bagi anak-anak untuk membaca, belajar, dan bermain bersama.
Salah satu siswa kelas VIII SMPN 2 Yapsi, Fransiskus Moa, menyambut positif kehadiran taman baca tersebut. Menurut dia, fasilitas itu memberikan tempat yang nyaman untuk membaca dan berkumpul bersama teman-temannya.
“Saya sangat senang ada TBM Seribu Mimpi. Tempatnya nyaman untuk membaca buku dan bermain bersama teman-teman,” ujar Moa berdasarkan siaran pers Kementerian Transmigrasi, Selasa (3/11/2026).
TBM Seribu Mimpi diresmikan pada Jumat (23/10/2026). Ketua TEP 9 ITB Dr. Aulia Arfida Paramita mengatakan, taman baca tersebut dibangun untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dan masyarakat di Yapsi.
“Bagi kami, peresmian Taman Baca Seribu Mimpi bukan sekadar menghadirkan tempat membaca, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Aulia berharap taman baca tersebut dapat mendorong lahirnya cita-cita anak-anak melalui akses pendidikan dan semangat belajar. Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, TEP ITB melibatkan pemuda setempat sebagai pengurus taman baca.
Kehadiran fasilitas tersebut juga dirasakan oleh Suwarti, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tempat mengajarnya berdampingan dengan TBM Seribu Mimpi. Dia menilai taman baca memberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak di Yapsi.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program taman baca ini, kini menjadi lebih hidup dan memberikan wadah bagi anak-anak Yapsi, bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk belajar,” ujar Suwarti.
Untuk memperkuat kelembagaan, TEP ITB bersama Relawan Literasi Masyarakat Kabupaten Jayapura telah mengajukan pendaftaran TBM Seribu Mimpi ke Perpustakaan Nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengelolaan dan keberlanjutan taman baca.
Peresmian TBM Seribu Mimpi juga mendapat sambutan secara virtual dari Kepala Perpustakaan Nasional Prof. E. Aminudin Aziz. Dukungan turut diberikan Dinas Perpustakaan Kabupaten Jayapura, TP-PKK, Balai Bahasa Papua, dan Bank Indonesia.
Mobil Literasi (SiMoLi) BPMP Papua ikut meramaikan kegiatan melalui dongeng interaktif dan hiburan bagi anak-anak. Kehadiran taman baca ini menjadi salah satu program Tim Ekspedisi Patriot dalam mendukung pengembangan pendidikan di kawasan transmigrasi, melalui penyediaan bahan bacaan dan pelibatan masyarakat setempat.




