Selasa 03 Nov 2026 07:46 WIB

Profil Haley Stevens, Pro-Zionis yang Membelot Dukung Lawan El Sayed

Haley Stevens didukung oleh kelompok lobi Yahudi AIPAC.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Kolase Haley Stevens dan Abdul El Sayed
Foto: Tangkapan layar Youtube
Kolase Haley Stevens dan Abdul El Sayed

JAKARTA — Haley Stevens mendadak menjadi pusat perhatian politik Amerika Serikat. Anggota Kongres dari Partai Demokrat itu mengambil langkah mengejutkan. Ia mendukung kandidat Republik dalam pemilihan Senat Michigan.

Politisi berusia 43 tahun tersebut memilih Mike Rogers. Padahal, kandidat resmi partainya adalah Abdul El-Sayed. Keduanya akan bertarung dalam pemilu 3 November 2026.

Baca Juga

Keputusan Stevens bukan sekadar dukungan politik biasa. Ia sebelumnya bersaing langsung dengan El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan. Setelah kalah, Stevens sempat menyatakan mendukung bekas rivalnya.

Namun, hubungan mereka memburuk menjelang pemungutan suara. Perbedaan pandangan mengenai Israel menjadi salah satu sumber perselisihan. Konflik tersebut juga melibatkan iklan kampanye dan tuduhan antisemitisme.

Pada Ahad (1/11/2026), Stevens mengumumkan perubahan dukungannya. Ia tampil bersama Rogers di sebuah gereja Detroit. Kemudian, ia menyampaikan dukungannya melalui video media sosial.

Langkah tersebut memicu kemarahan sejumlah tokoh Demokrat. Sebagian staf Stevens bahkan memilih mengundurkan diri. Kontroversi semakin besar karena pemilu berlangsung dua hari kemudian.

Dari Tim Ekonomi Obama ke Kongres Amerika

Stevens lahir di Rochester Hills, Michigan, 24 Juni 1983. Ia dibesarkan dalam keluarga yang menjalankan usaha pertamanan. Orang tuanya memiliki bisnis kecil di wilayah Michigan.

Pendidikan menengahnya ditempuh di Seaholm High School, Birmingham. Stevens kemudian melanjutkan pendidikan di American University, Washington. Ia meraih gelar sarjana pada 2005 dan magister pada 2007.

Karier politiknya berkembang melalui kampanye presiden Amerika. Stevens bekerja untuk kampanye Hillary Clinton pada 2007–2008. Ia kemudian bergabung dengan kampanye Barack Obama.

Setelah Obama menjadi presiden, Stevens mendapat penugasan penting. Ia menjabat kepala staf U.S. Auto Rescue Task Force. Lembaga itu menangani penyelamatan industri otomotif Amerika.

Krisis keuangan 2008 menghantam industri otomotif Michigan. General Motors dan Chrysler menghadapi ancaman kebangkrutan. Pemerintahan Obama melaksanakan program penyelamatan industri tersebut.

Menurut biografi resminya, Stevens membantu pelaksanaan program penyelamatan. Program itu disebut melindungi lebih dari 200 ribu pekerjaan. Pengalaman tersebut membentuk fokus kebijakan ekonominya.

Stevens kemudian bekerja pada bidang manufaktur dan inovasi. Ia terlibat dalam pengembangan kebijakan industri berbasis teknologi. Pengalaman itu menjadi modal memasuki politik elektoral.

Pada pemilu November 2018, Stevens memenangkan kursi Kongres. Ia mengalahkan kandidat Republik Lena Epstein di Michigan. Kemenangan tersebut mengalihkan kursi yang sebelumnya dikuasai Republik.

Stevens mulai menjabat di DPR Amerika pada Januari 2019. Ia kemudian memenangkan pemilihan ulang dalam beberapa periode. Daerah pemilihannya mencakup kawasan pinggiran Detroit.

Di Kongres, ia aktif membahas kebijakan manufaktur. Stevens juga mendukung pengembangan teknologi dan penelitian ilmiah. Ia terlibat dalam pembahasan CHIPS and Science Act.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi