YOGYAKARTA -- Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas Nusa Mandiri (UNM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (23/10/2026) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusat UGM, Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, terus berkomitmen membangun budaya mutu yang adaptif dan berkelanjutan. Pertemuan ini berfokus pada penggalian best practices pengelolaan standar mutu, mekanisme evaluasi, serta implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Diskusi interaktif menghadirkan narasumber Guru Besar FIB UGM Prof Sajarwa, dan Ketua Bidang Penjaminan Mutu SPMRU UGM Rosi Setyorini. Sesi ini membahas integrasi Audit Mutu Internal (AMI) hingga penanganan Indikator Kinerja Utama (IKU) berbasis risiko.
Ketua BPM UNM, Endang Pujiastuti, menegaskan hasil kunjungan ini akan menjadi pijakan strategis dalam menyempurnakan standar mutu kampus. “Kunjungan kami ke UGM memberikan gambaran nyata mengenai penguatan siklus PPEPP dan Rapat Tinjauan Manajemen yang sistematis,” katanya dalam rilis yang diterima, pada Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan hasil benchmarking ini menjadi masukan berharga bagi UNM untuk memperkuat tata kelola SPMI agar penjaminan mutu tidak sekadar pemenuhan administratif, melainkan pendorong utama kualitas Tridarma Perguruan Tinggi.
“Melalui kegiatan ini, BPM UNM akan menyusun rekomendasi dan program kerja perbaikan mutu yang terukur. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas serta mendorong terciptanya budaya peningkatan mutu secara konsisten di seluruh lingkungan universitas,” paparnya.




