Ahad 01 Nov 2026 14:53 WIB

Jika Perang Iran Kembali Meletus, Ini yang akan Ditanggung Militer AS

Iran tegaskan akan melawan jika diserang.

Pesawat tempur AS di salah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Foto: Dok Planet Labs
Pesawat tempur AS di salah satu pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.

TEHERAN— Dampak finansial perang Iran terus membengkak, tidak hanya akibat kerugian di medan pertempuran. Ratusan bangunan di sejumlah instalasi militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

Kerusakan tersebut diperkirakan menambah biaya konflik hingga miliaran dolar AS, demikian laporan The Wall Street Journal dikutip Ahad (1/11/2026).

Baca Juga

Analisis terhadap citra satelit menemukan sedikitnya 274 bangunan di 24 instalasi militer yang memiliki kehadiran pasukan AS mengalami kerusakan selama enam bulan pertama perang.

Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Dalam serangan Iran pada 17 Juli, tiga personel militer AS tewas dan sedikitnya 19 bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas tempat para tentara beristirahat dan tidur.

Pusat Kajian Strategis dan Internasional (Center for Strategic and International Studies/CSIS) yang berbasis di Washington memperkirakan, biaya untuk membangun kembali bangunan-bangunan yang rusak saja akan mencapai lebih dari 4 miliar dolar AS.

Angka tersebut belum termasuk biaya penggantian peralatan dan sistem yang berada di dalam bangunan.

Sementara itu, Pentagon memperkirakan kerusakan pangkalan militer AS mencapai sedikitnya 5 miliar dolar AS. Namun, menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip The Wall Street Journal, total kerugian tersebut berpotensi mencapai 15 miliar dolar AS.

Beban pengeluaran itu menambah besarnya biaya perang yang hingga 16 Oktober diperkirakan telah mencapai 47,1 miliar dolar AS, sebagaimana dilaporkan media tersebut.

Di luar kerugian finansial, kehancuran sejumlah fasilitas militer itu juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan personel militer AS.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, lebih dari 20 personel militer AS dilaporkan tewas dan lebih dari 400 lainnya mengalami luka-luka.

Berita Lainnya

Rekomendasi