JAKARTA -- Persib Bandung menghadapi ujian beruntun menjelang kesempatan memastikan tiket babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Maung Bandung harus terlebih dahulu menghadapi Isenmulang Kalteng FC tanpa didampingi pelatih Igor Tolic yang menjalani sanksi akumulasi kartu kuning, sebelum bertandang ke Australia untuk menghadapi Melbourne Victory dalam pertandingan yang dapat menentukan kelolosan mereka ke fase gugur.
Perkembangan terbaru pada Sabtu (31/10/2026) memastikan Tolic tidak dapat mendampingi Persib dari area teknis ketika menjamu Isenmulang pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad (1/11/2026), pukul 15.30 WIB.
Pelatih asal Kroasia tersebut mendapat sanksi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan setelah mengumpulkan dua kartu kuning. Kartu kuning pertama diterimanya ketika Persib menghadapi Persik Kediri, sedangkan kartu kedua diberikan saat pertandingan melawan Garudayaksa FC pada 25 Oktober.
Sesuai ketentuan regulasi Super League, akumulasi dua kartu kuning bagi ofisial dalam pertandingan berbeda berujung larangan mendampingi tim selama satu pertandingan.
Absennya Tolic membuat dua asisten pelatih, Zlatko Runje dan Achmad Jufriyanto, harus mengambil peran lebih besar dalam mendampingi tim dari pinggir lapangan.
Meski demikian, sanksi tersebut hanya berlaku untuk pertandingan domestik menghadapi Isenmulang. Tolic tetap dapat memimpin Persib ketika menghadapi Melbourne Victory pada pertandingan keempat Grup E ACL Two di Melbourne Rectangular Stadium, Rabu (4/11/2026).
Situasi tersebut membuat Persib menghadapi tantangan berlapis. Selain harus menjaga konsistensi di kompetisi domestik, Maung Bandung dituntut mempertahankan performa terbaiknya di panggung Asia dalam rentang pertandingan yang sangat berdekatan.
Persib saat ini memimpin klasemen Grup E dengan sembilan poin dari tiga kemenangan. Tim asuhan Tolic juga belum pernah kebobolan selama fase grup dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tiket 16 besar.
Namun, upaya mengamankan kelolosan lebih awal harus dilakukan di kandang Melbourne Victory, tim yang sebelumnya berhasil dikalahkan Persib dengan skor 2-0 di Bandung.
Tiga Kemenangan Tanpa Kebobolan
Penampilan Persib di ACL Two musim ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dua musim sebelumnya. Maung Bandung berhasil menyapu bersih tiga pertandingan pertama Grup E dengan kemenangan atas FC Seoul, The Cong-Viettel, dan Melbourne Victory.
Persib mengawali fase grup dengan menundukkan FC Seoul 1-0 di Korea Selatan pada 30 September 2026. Gol Julio Cesar pada menit kelima menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Hasil positif berlanjut ketika Persib menjamu The Cong-Viettel di Stadion Si Jalak Harupat pada 14 Oktober. Penalti Mariano Peralta pada pengujung babak pertama memastikan kemenangan 1-0 atas wakil Vietnam tersebut.
Persib kemudian memperpanjang catatan sempurna saat menghadapi Melbourne Victory pada Rabu (28/10/2026).
Penyerang Balsa Sekulic menjadi penentu kemenangan melalui dua gol pada menit ke-47 dan ke-67. Kemenangan 2-0 tersebut mengukuhkan Persib di puncak klasemen sekaligus mempertahankan catatan tanpa kebobolan.
Berdasarkan data Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Persib telah mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan. Melbourne Victory berada di posisi kedua dengan empat poin, disusul FC Seoul dengan tiga poin dan The Cong-Viettel dengan satu poin.
Keberhasilan mempertahankan gawang tetap bersih memperlihatkan kedisiplinan permainan Persib, terutama dalam menjaga organisasi pertahanan ketika menghadapi klub-klub dengan karakter berbeda.
Persib tidak selalu mendominasi setiap pertandingan. Namun, kemampuan memanfaatkan peluang dan menjaga keunggulan menjadi faktor yang mendukung tiga kemenangan tersebut.
Tolic mengapresiasi kerja keras dan kebersamaan para pemain setelah kemenangan atas Melbourne. "Semua pujian untuk para pemain. Cara mereka bekerja bersama sangat luar biasa. Saya terkesan dengan bagaimana mereka menjalani setiap sesi latihan dan pertandingan, serta bagaimana mereka menemukan kekuatan dan fokus untuk menghadapi situasi yang berbeda," kata Tolic seusai pertandingan, sebagaimana dilaporkan media olahraga nasional.
Pelatih Persib tersebut menilai disiplin menjalankan strategi serta kemampuan menjaga konsentrasi menjadi faktor penting dalam menghadapi lawan berkualitas di kompetisi Asia.
Namun, Tolic tidak ingin para pemain terlalu lama menikmati kemenangan. Jadwal pertandingan yang padat menuntut tim segera mengalihkan perhatian kepada agenda berikutnya.
Melbourne Victory Siapkan Ujian Lebih Berat
Kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama tidak menjamin Persib akan kembali memperoleh hasil serupa ketika bertandang ke Australia.
Melbourne Victory merupakan lawan yang mampu menunjukkan performa berbeda ketika bermain di kandangnya.
Pada pertandingan kedua Grup E, klub Australia tersebut menundukkan FC Seoul dengan skor telak 3-0 di Melbourne Rectangular Stadium pada 14 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut diraih melalui gol Guillermo May, Clarismario Santos, dan Jordi Valadon. Melbourne memperlihatkan permainan agresif dengan kemampuan menciptakan peluang melalui tekanan tinggi, penguasaan bola, dan serangan cepat.
Ketika menghadapi FC Seoul, Melbourne mencatatkan 22 percobaan tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang. Catatan tersebut menjadi peringatan bagi Persib yang akan tampil sebagai tim tamu pada pertemuan berikutnya.
Melbourne juga memiliki kepentingan besar untuk meraih kemenangan. Klub tersebut masih bersaing dengan FC Seoul dalam perebutan tiket fase gugur, sehingga kehilangan poin di kandang sendiri dapat memperumit peluang mereka.
Persib di sisi lain mempunyai kesempatan memastikan kelolosan lebih awal apabila mampu mengalahkan Melbourne. Tambahan tiga poin akan membawa Persib mengoleksi 12 poin. Jumlah tersebut cukup untuk memastikan posisi dua besar Grup E tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.
Keuntungan lolos lebih cepat menjadi penting karena Persib masih mempunyai jadwal padat di kompetisi domestik dan Asia. Namun, target tersebut menuntut konsistensi. Persib harus mampu mempertahankan organisasi pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan menghadapi tim yang memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.




