REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menutup kegiatan Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti 134 siswa serta 67 kepala sekolah menengah atas/sederajat dari 34 provinsi di Indonesia itu berlangsung di Kantor Kemendukbangga/BKKBN pada Kamis-Jumat (29-30/10/2026).
Dalam pesannya, Isyana sangat meyakini, seluruh peserta adalah anak-anak yang tangguh. Mereka juga memiliki kemampuan yang luar biasa. "Tapi yang perlu kita ingat adalah masih banyak rekan-rekan kita yang belum memiliki keberuntungan yang sama seperti kita, bisa mengikuti agenda seperti Akademi Keluarga Indonesia ini," ucap Isyana, Jumat (30/10/2026).
"Kita harus juga bisa merangkul mereka agar remaja-remaja lain yang mungkin memiliki permasalahan akhirnya bisa mendapatkan solusi dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R)," kata Isyana menambahkan.
PIK-R merupakan wadah kegiatan yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan akses informasi, pelatihan dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Adapun PIK-R menjadi salah satu kriteria dalam mengikuti Akademi Keluarga Indonesia, yaitu sekolah berstatus Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan/atau memiliki PIK-R.
Dalam PIK-R juga dikembangkan peran pendidik sebaya dan konselor sebaya yang telah mendapatkan pelatihan. Sehingga mereka memiliki bekal keterampilan mendengarkan, memahami batas kemampuannya, menjaga privasi secara bertanggung jawab, dan mengenali kapan harus meminta bantuan orang dewasa atau tenaga profesional.




