Rabu 28 Oct 2026 19:09 WIB

Massa Masih Bertahan di Bundaran HI Meski Hari Sudah Gelap

Aparat kepolisian belum memberikan peringatan kepada massa untuk membubarkan diri.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Andri Saubani
Suasana di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Sejumlah massa berhasil menembus kawasan Bundaran HI sejak Rabu sore.
Foto: REPUBLIKA/Bayu Adji P
Suasana di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Sejumlah massa berhasil menembus kawasan Bundaran HI sejak Rabu sore.

JAKARTA -- Massa yang menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, masih terus bertahan hingga Rabu (28/10/2026) pukul 18.00 WIB. Aparat kepolisian juga belum memberikan peringatan kepada massa untuk membubarkan diri.

Berdasarkan pantauan Republika, massa aksi terdapat di sejumlah titik Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sebagian massa yang hendak menuju kawasan Bundaran HI masih tertahan di depan Gedung UOB. Sementara itu, sejumlah massa juga ada yang sudah berkumpul di Bundaran HI.

Baca Juga

Di depan Gedung UOB, massa masih terus berupaya menembus pengadangan aparat. Di titik lainnya, massa juga menggelar orasi di tengah jalan. Sementara itu, massa juga terlihat masih banyak yang berkumpul di kawasan Bundaran HI.

Dari pengamatan di lapangan, massa berhasil menembus Bundaran HI sejak pukul 14.30 WIB. Massa tersebut datang menggunakan berbagai angkutan umum dari Monumen Nasional ke Bundaran HI. Setidaknya, terdapat puluhan angkutan umum yang berhasil menembus kawasan Bundaran HI.

Diketahui, aksi yang digagas sejumlah elemen mahasiswa mengatasnamakan Komite Sadar itu dilakukan atas kegagalan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Terdapat setidaknya lima tuntutan dalam aksi tersebut. Adapun tuntutan aksi tersebut adalah:

1. Tetapkan Status Bencana Nasional, Adili Korporasi yang Bertanggungjawab, dan Tuntaskan Integrasi Tata Kelola Lahan.

2. Wujudkan APBN untuk Kepentingan Rakyat dan Hentikan Pemborosan untuk Kepentingan Politik Berkedok Program Populis seperti MBG dan KDMP.

3. Turunkan Biaya Pendidikan, Berikan Akses Layanan Dasar yang Merata dan Sediakan Lapangan Pekerjaan yang Berkualitas.

4. Stop Penggunaan Hukum untuk Penyalahgunaan Kekuasaan dan Berantas KKN.

5. Kembalikan Kebebasan Bersuara, Adili Pelanggar HAM, dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil.

Tuntutan itu merupakan bentuk penagihan tanggung jawab pemerintah atas jabatan publik, janji politik, dan amanat konstitusi. Aksi massa menuntut pemerintah menuntaskan seluruh janji tersebut.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi