Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bersiap menyelenggarakan program internasional bertajuk EduTrip Program Batch 3 (Singapore - Malaysia) pada 2 hingga 5 November 2026 mendatang. Agenda ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar dan wawasan global secara langsung di dua negara kawasan Asia Tenggara.
Mengusung tema "International Networking & Life Abroad Experience", program ini memadukan kegiatan akademik, eksplorasi kota, dan aksi sosial. Melalui inisiatif ini, sivitas akademika diajak merasakan dinamika pendidikan internasional sekaligus mengasah kepekaan sosial lintas batas negara.
Koordinator Program Edutrip UBSI, Dr. Cicih Nuraeni, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini menitikberatkan pada pengembangan diri dan penguatan jaringan global para peserta. Agenda ini juga menjadi sarana untuk memperluas perspektif pendidikan formal di luar ruang kelas.
"Program ini bertujuan memberikan wawasan global, pengalaman akademik lintas negara, serta pengembangan diri melalui campus tour, city tour, dan pengabdian masyarakat internasional," kata Dr. Cicih saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta akan menjalankan pengabdian masyarakat internasional di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Baru, Kuala Lumpur. Di lokasi ini, peserta akan berinteraksi langsung, mengajarkan kemampuan baca, tulis, dan hitung (calistung), serta memberikan edukasi interaktif bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal.
“Selain misi sosial, peserta juga dijadwalkan akan melakoni kunjungan akademik ke sejumlah perguruan tinggi terkemuka, seperti Nanyang Technological University (NTU) di Singapura dan INTI International University di Malaysia. Kunjungan kampus ini difokuskan untuk mengenalkan atmosfer riset, inovasi, serta ekosistem pembelajaran berstandar dunia,” jelas Dr. Cicih.
Ia juga menuturkan, melalui perpaduan pengalaman akademik dan empati sosial tersebut, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap para peserta dapat mengasah kompetensi kepemimpinan serta kepekaan lintas budaya.
“Bekal wawasan global ini diharapkan dapat memperkuat daya saing mereka dalam menghadapi tantangan karier di tingkat internasional,” tutupnya.




