JAKARTA — Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode berikutnya. Dukungan tersebut menjadi perkembangan penting bagi Infantino setelah sebelumnya AFC bersama sejumlah konfederasi lain mengkritik kepemimpinannya terkait kontroversi proposal komersial FIFA Forward Enterprise (FFE).
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa menyampaikan dukungan itu dalam kongres luar biasa AFC di Tokyo, Jepang, Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan konfederasi sepak bola Asia siap mendukung Infantino untuk memperoleh mandat baru sebagai pemimpin federasi sepak bola dunia tersebut.
"Saya pikir kami menegaskan kembali komitmen penuh untuk mendukung Anda dan kepemimpinan Anda saat mencari mandat baru sebagai Presiden FIFA," kata Sheikh Salman, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (24/10/2026).
Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap AFC. Pada Agustus lalu, Sheikh Salman bersama Presiden UEFA dan Presiden CONCACAF sempat menandatangani surat terbuka yang mengkritik penanganan proposal FFE oleh Infantino. Mereka menilai rencana tersebut telah merusak kepercayaan di antara para pemimpin sepak bola dunia.
Proposal FFE sebelumnya dirancang untuk menarik investasi swasta ke dalam entitas komersial baru yang akan mengelola hak-hak terkait sejumlah kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Rencana tersebut mendapat penolakan luas, terutama dari UEFA, yang memperingatkan kemungkinan boikot terhadap kompetisi FIFA jika proposal itu diteruskan.
FIFA akhirnya membatalkan rencana tersebut pada akhir Juli 2026 setelah menghadapi gelombang kritik. Infantino kemudian meminta maaf dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada Oktober atas penanganan proposal tersebut. Namun, langkah itu belum sepenuhnya meredakan ketegangan dengan sejumlah federasi Eropa.
Sheikh Salman mengatakan perbedaan pandangannya dengan Infantino telah dibicarakan dan diselesaikan dalam pertemuan di Zurich. Ia meminta seluruh pihak melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi dan tidak membiarkannya menghambat kerja sama ke depan.
"Saya ingin memperjelas bahwa kami memang memiliki sejumlah persoalan yang pernah dibicarakan sebelumnya, tetapi jangan mengaitkan kedua hal itu," ujar Sheikh Salman.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam mengembangkan sepak bola. Menurut dia, AFC siap melangkah bersama Infantino dengan visi dan tujuan yang sama. Dukungan dari konfederasi yang menaungi 47 asosiasi anggota itu berpotensi memperkuat posisi Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Meski demikian, pemungutan suara tetap dilakukan oleh masing-masing asosiasi anggota FIFA, bukan melalui satu suara kolektif AFC.
Infantino menyambut positif dukungan tersebut. Ia juga memberikan dukungan kepada Sheikh Salman yang berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden AFC. Infantino memuji kepemimpinan Sheikh Salman selama 13 tahun terakhir dan menyatakan akan terus mendukungnya.
Meski dukungan dari Asia memperkuat peluang Infantino, penolakan dari sejumlah federasi Eropa masih menjadi tantangan.
Infantino, yang berusia 56 tahun, mengincar masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA hingga 2031. Kandidat yang ingin menantangnya harus menyerahkan pencalonan paling lambat 18 November 2026.
Hingga laporan har ini, belum ada kandidat lain yang secara resmi mengajukan diri. Dukungan AFC dan sejumlah asosiasi dari kawasan lain pun menjadi modal penting bagi Infantino menjelang pemilihan tersebut.




