Sabtu 24 Oct 2026 10:46 WIB

BNPB Catat Ada Penambahan Karhutla di 16 Wilayah

BNPB mencatat sebanyak 2.204 kejadian bencana terjadi di Indonesia.

Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026).

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 wilayah di Indonesia per Jumat (23/10/2026). Penanganan karhutla terus dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Jawa Timur.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, penambahan kejadian karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, dan Sumatra.

Baca Juga

Di Pulau Jawa, wilayah yang terdampak meliputi Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten. Sementara itu, di Sulawesi, karhutla dilaporkan terjadi di Minahasa, Sinjai, Sidenreng Rappang (Sidrap), Palopo, Luwu, dan Parigi Moutong.

“Di Maluku Utara ada di Kepulauan Tidore, sementara Sumatra ada di Bangka Tengah,” kata Berton dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta.

BNPB mencatat sebanyak 2.204 kejadian bencana terjadi di Indonesia selama periode 1 Januari hingga 23 Oktober 2026. Mayoritas kejadian tersebut merupakan bencana hidrometeorologi.

Untuk menangani karhutla di Sumatra, BNPB mencatat luas lahan yang ditangani mencapai 2.431 hektare. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 2.050 hektare.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi