Jumat 23 Oct 2026 19:44 WIB

Sudah 10 Relawan Gugur saat Penanganan Karhutla  

Para relawan dinilai sangat membantu dalam pemadaman Karhutla.

Rep: Bayu Adji Prihammanda,Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026). Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 November 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, menyusul tingginya kejadian karhutla yang berdasarkan data BPBD Palangka Raya mencapai 909 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.448,90 hektare sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026). Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 November 2026 untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran, menyusul tingginya kejadian karhutla yang berdasarkan data BPBD Palangka Raya mencapai 909 kejadian dengan total luas lahan terbakar 1.448,90 hektare sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026.

JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia masih juga belum teratasi hingga hari ini. Bencana ekologis yang hampir selalu terulang ketika musim kemarau itu tidak hanya mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, melainkan juga telah memakan korban jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun Republika, hingga saat ini sudah 10 relawan yang meninggal dunia saat penangan karhutla hingga Jumat (23/10/2026).

Baca Juga

Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia ketika melakukan penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jawa Timur, tiga orang di Kalimantan Tengah, dan satu orang di Kalimantan Selatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat lima orang yang gugur di kawasan TNBTS. Lima orang itu adalah Sukaris (Petugas Balai Besar TNBTS), Hendra Rony Wagiyanata (Manggala Agni Pemula, Balai Besar TNBTS), Wisnu Yuda Pratama (Petugas keamanan DW Security, PT Mitra Indo Permai), Sefriel Ardiansyah (Petugas DW Engineering, PT Mitra Indo Permai), dan Munawi (Relawan pemadam kebakaran).

Sementara itu, berdasarkan informasi dari akun Instagram Balai Besar TNBTS (@bbtnbromotenggersemeru), terdapat satu relawan lain yang dilaporkan gugur saat penangan karhutla pada hari ini pukul 12.00 WIB. Relawan itu bernama Suraji, DW Security Artotel PT Mitra Indo Permai. Sehingga total korban di TNBTS mencapai 6 orang. 

Sementara di Kalimantan Tengah, tiga relawan yang gugur adalah Akhmad Rizani (Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya), Ahmadin alias Itam Madin (Relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kotawaringin Barat), dan Aries Sutio Luthfil Hadi (Anggota Masyarakat Peduli Api/MPA, Kotawaringin Barat). Sedangkan di Kalimantan Selatan, telah gugur Nurdin alias Amang Udin (Relawan Damkar Kayu Bulan, Regu 03, Barito Kuala).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan apresiasi atas keberangkatan dan kepedulian para relawan dalam menangani karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Menurut dia, keterlibatan para relawan itu sangat membantu untuk mengoptimalkan operasi pemadaman api di lapangan.

"Terima kasih kami atas kontribusi nyata dalam menyelamatkan komunitas maupun alam sekitar dari bahaya kebakaran. Saya yakin dengan pengorbanan tugas tenaga serta waktu yang telah disumbangkan, penanganan karhutla dapat dengan cepat diatasi," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi