Jumat 23 Oct 2026 17:47 WIB

Sudaryono: Posyandu Terlibat Awasi Dapur MBG

Sasaran MBG tidak hanya peserta didik.

Rep: Noor Alfian/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI menyatakan bahwa dalam periode 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diterima oleh 57 juta lebih anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi Indonesia.
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI menyatakan bahwa dalam periode 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diterima oleh 57 juta lebih anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak balita melalui 27.486 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi Indonesia.

JAKARTA -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pentingnya keterlibatan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau penerima manfaat secara tepat sasaran.

Kolaborasi BGN dengan Tim Pembina Posyandu Pusat memperkuat upaya edukasi gizi, pendataan penerima manfaat, serta pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan Mas Dar seusai penandatanganan Nota Kesepahaman antara BGN dan Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangkaian Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali, Kamis (22/10) kemarin.

“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kerja sama kita bukan hanya dalam distribusi MBG, tetapi juga mencakup edukasi gizi, pendataan, dan memastikan penerima manfaatnya tepat sasaran,” kata Sudaryono melalui siaran pers yang diterima Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena tersebar hingga tingkat desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Jangkauan tersebut dapat mendukung BGN dalam memastikan kelompok sasaran yang membutuhkan intervensi gizi memperoleh manfaat program sesuai kebutuhan.

Sudaryono menjelaskan, sasaran MBG tidak hanya mencakup peserta didik, tetapi juga kelompok nonpeserta didik, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Ia menyampaikan jumlah sasaran kelompok 3B mencapai sekitar 21 juta orang. Lebih dari 10 juta di antaranya telah menerima MBG, sementara cakupan penerimaannya masih perlu diperluas.

“MBG ini adalah uang rakyat yang bersumber dari APBN. Karena itu, uang rakyat harus dikonversi menjadi makanan bergizi gratis yang benar-benar tepat sasaran dan memberikan intervensi gizi kepada penerima manfaat. Di sinilah pentingnya data yang benar, termasuk dengan bantuan kader Posyandu dan PKK,” tegasnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi