REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan telah mendekati permukiman warga. Untuk itu, warga diminta waspada menghadapi dampak langsung dari bencana ekologis tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan beberapa kali api karhutla di wilayah Kalimantan Selatan mendekati permukiman. Lahan yang terbakar itu umumnya merupakan halaman belakang rumah warga atau lahan yang ada di samping jalan raya.
"Dapat kami sampaikan bahwa sementara di Kalimantan Selatan kami memiliki atensi yang besar di mana ada peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di dekat pemukiman warga," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (22/10/2026).
Ia mencontohkan, karhutla yang mendekati permukiman warga itu terjadi di Jalan Tembikar Kiri, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada Senin (5/10/2026). Selain itu, karhutla juga sempat terjadi di dekat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska) Banjarmasin pada Selasa (6/10/2026). Terakhir, karhutla dekat permukiman juga terjadi di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin pada Rabu (21/10/2026).
"Tim kami terus melaksanakan pemadaman di lokasi kebakaran dengan mengerahkan personel satgas darat maupun satgas udara melalui water bombing," kata Berton.
Ia mengimbau warga yang berada di sekitar ancaman karhutla untuk melakukan pencegahan. Upaya itu dapat dilakukan dengan menghentikan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan bekas pemakaran sampah atau api unggun tanpa dipastikan padam total.
Berton menambahkan, warga juga diharapkan dapat membuat sekat bakar atau membersihkan lahan sekitar rumah dari semak belukar dan daun kering yang mudah terbakar. Warga juga diminta ikut mendukung pembasahan lahan dan juga ketersediaan air di parit, sekat kanal, atau di bak penampungan warga untuk mengantisipasi kebakaran di tahap awal.
"Kemudian ada langkah-langkah penanganan maupun kesehatan, segera laporkan titik api atau asap sekecil apapun yang terjadi di sekitar kepada petugas masyarakat peduli api, kepada BPBD, atau perangkat desa setempat," ujar dia.
Ia juga meminta warga menggunakan masker N95 atau KN95 jika asap mulai masuk ke area pemukiman. Di sisi lain, warga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting dan perbelakan sementara.
"Sehingga ini ketika terjadi sesuatu bisa kita angkat dengan mudah. Tentu tas siaga ini juga dapat berisi air minum dengan makanan mungkin 2-3 hari sehingga dapat nanti memudahkan kita ketika ada sesuatu yang terjadi," kata Berton.




