Kamis 22 Oct 2026 20:32 WIB

Yusril: Dakwah Berkontribusi Penting bagi Kehidupan Demokrasi

Harakah Bakomubin berkomitmen Perkuat dakwah.

 Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam Training of Trainers (TOT) & Coaching Instruktur Nasional Muballigh Kader Bela Negara (CINMKBN) yang digelar DPP Harakah Bakomubin, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Kamis (22/10).
Foto: Dok Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam Training of Trainers (TOT) & Coaching Instruktur Nasional Muballigh Kader Bela Negara (CINMKBN) yang digelar DPP Harakah Bakomubin, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Kamis (22/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menyatakan dakwah memberikan kontribusi penting bagi kehidupan demokratis.

Para mubaligh memiliki kesempatan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa ketaatan beragama, tanggung jawab kewarganegaraan dan penghormatan terhadap hukum tidak harus ditempatkan sebagai hal-hal yang saling bertentangan.

Baca Juga

“Dalam tradisi Islam, nilai keadilan, amanah, musyawarah dan tanggung jawab sosial memiliki tempat yang penting,” kata dia, saat membuka Training of Trainers (TOT) & Coaching Instruktur Nasional Muballigh Kader Bela Negara (CINMKBN) yang digelar DPP Harakah Bakomubin, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Kamis (22/10/2026).

Yusril juga mengungkapkan tentang sejarah perjuangan dakwah di Tanah Air. Menurutnya, keberadaan Harakah Bakomubin tidak lahir dari ruang yang hampa, namun berakar dari kesadaran mendalam para alim ulama dan tokoh dakwah.

Mereka menginisiasi Harakah Bakomubin pada 1996, melalui Silaturahim Nasional di Asrama Haji Pondok Gede oleh tokoh-tokoh berdedikasi tinggi seperti almarhum Toto Tasmara, Anwar Sanusi, Tatang Natsir Fathuddin dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Dia menyebut Bakomubin yang kini bertansformasi menjadi Harakah Bakomubin telah membuktikan komitmen yang konsisten pada empat pilar utamanya berhikmat, dakwah, tarbiyah dan ishlahul ummah.

“Perubahan nama dan penguatan struktur ini bukanlah pemutus mata rantai sejarah melainkan bentuk penyegaran ikhtiar agar senantiasa adaptif, profesional serta berada di barisan terdepan dalam menjaga ukhuwah dan persatuan nasional,” terang Yusril.

Dirinya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Harakah Bakomubin yang merawat sejarah ini dengan langkah yang lebih maju, tidak hanya menempa kapasitas retorika dakwah, tetapi juga membekali para muballigh dengan wawasan kebangsaan, kesadaran hukum dan jiwa bela negara.

Menko Imipas juga menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas kenyataan kemajemukan. Masyarakat kita memiliki latar belakang agama, suku, bahasa, adat istiadat dan kebudayaan yang amat beragam.

Kemajemukan tersebut merupakan bagian mendasar dari kehidupan bangsa kita, akan tetapi kemajemukan tidak dengan sendirinya menghasilkan persatuan.

Perbedaan dapat menjadi sumber kekayaan apabila dikelola dengan bijaksana, tetapi sebaliknya dapat pula dia berkembang menjadi konflik apabila dipertajam untuk membangun permusuhan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi