Kamis 22 Oct 2026 17:29 WIB

MUI Minta Pemerintah Segera Tentukan Sikap Soal Konser Andrea Bocelli

MUI menegaskan penolakannya akan rencana penyanyi tenor asal Italia tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap yang menegaskan bahwa rencana penyelenggaraan konser penyanyi ternama asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia harus dibatalkan.
Foto: Dok. MUI
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap yang menegaskan bahwa rencana penyelenggaraan konser penyanyi ternama asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia harus dibatalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan penolakannya terhadap rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. MUI mendesak pemerintah segera mengumumkan keputusan terkait konser tersebut agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat, terutama menyangkut isu Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, penolakan tersebut didasarkan pada temuan MUI mengenai keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk Friends of Israel Defense Forces (Friends of IDF) pada 2010. Menurut dia, dana yang dihimpun dalam kegiatan tersebut didedikasikan untuk militer Israel.

Baca Juga

“Sudah jelas menolak,” ujar Sudarnoto seusai pertemuan MUI bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan tokoh lintas agama di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Sudarnoto mengakui Andrea Bocelli merupakan musisi kelas dunia yang memiliki banyak penggemar. Namun, menurut dia, reputasi musikal tersebut tidak menghapus persoalan yang menjadi keberatan MUI, yakni dugaan dukungan terhadap penggalangan dana untuk militer Israel.

photo
Poster konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di Indonesia. pada 31 Oktober dan 3 November 2026. - (Dok. Shoemaker Studios)

Dia menilai, persoalan tersebut perlu dipertimbangkan pemerintah dalam memutuskan kelanjutan konser. Terlebih, isu Palestina memiliki sensitivitas tinggi di tengah masyarakat Indonesia.“Karena itu, kita menghindari jangan ada hal yang tidak kita inginkan terjadi kalau ini dipaksakan,”kata dia.

Sudarnoto juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi dalam mengambil keputusan. Menurut dia, kepentingan nasional tidak semata-mata diukur dari potensi keuntungan ekonomi, tetapi juga mencakup stabilitas nasional.

“Jangan juga karena ekonomi kemudian harus melakukan cara-cara seperti ini. Tapi national interest yang menurut saya jauh lebih penting dari soal sekadar ekonomi angka-angka itu adalah stabilitas nasional,”kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi