Kamis 22 Oct 2026 16:01 WIB

Drone Jet Geran Rusia 600 Km per Jam, Ukraina Kewalahan Mencegatnya

Drone Jet Geran Rusia jadi ancaman baru.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Peluncuran drone tempur
Foto: Tangkapan layar Youtube
Peluncuran drone tempur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rusia semakin mengandalkan drone serang bermesin jet Geran-4 dan Geran-5 untuk menembus pertahanan udara Ukraina, menghadirkan tantangan baru bagi Kyiv yang selama ini mengandalkan drone pencegat berbiaya rendah. Pesawat nirawak generasi terbaru tersebut mampu melaju hingga sekitar 600 kilometer per jam, jauh lebih cepat dibandingkan drone Shahed konvensional, sehingga mempersempit waktu yang tersedia bagi sistem pertahanan Ukraina untuk mendeteksi dan menghancurkannya.

Kesulitan itu terungkap dalam laporan investigasi Ukrainska Pravda yang diterbitkan pada Rabu (21/10/2026). Laporan tersebut menggambarkan bagaimana operator pertahanan udara terpaksa membiarkan sejumlah drone Rusia melintas karena kecepatan dan ketinggiannya melampaui kemampuan sebagian besar drone pencegat yang tersedia.

Baca Juga

Komandan batalion pertahanan udara Ukraina dengan nama panggilan Ramses mengungkapkan bahwa salah satu drone Rusia terdeteksi bergerak dengan kecepatan sekitar 500 kilometer per jam. Dalam kondisi tersebut, satuannya memilih tidak melakukan pengejaran menggunakan drone pencegat konvensional karena kemampuan perangkat mereka tidak mencukupi untuk menghancurkan sasaran.

Menurut Ramses, drone Rusia kini juga menggunakan pola penerbangan yang berbeda dibandingkan serangan Shahed sebelumnya. Alih-alih selalu diterbangkan dalam kelompok besar, sejumlah drone bermesin jet dikirim secara bergelombang dengan interval sekitar 20 hingga 30 menit, sehingga mempertahankan tekanan terhadap jaringan pertahanan udara Ukraina.

Perkembangan itu terjadi ketika Rusia memperluas infrastruktur peluncuran drone di wilayahnya sendiri. Investigasi Reuters pada 15 Oktober 2026 menemukan bahwa Moskow membangun fasilitas peluncuran drone baru di dekat Millerovo, wilayah Rostov, dalam waktu sekitar enam pekan berdasarkan analisis citra satelit komersial.

Fasilitas seluas sekitar 0,9 kilometer persegi tersebut diperkirakan dapat digunakan untuk meluncurkan drone Geran-4 dan Geran-5. Menurut pakar pertahanan yang diwawancarai Reuters, pembangunan pangkalan itu memperlihatkan semakin besarnya investasi Rusia dalam serangan jarak jauh menggunakan pesawat nirawak.

Geran-4 dan Geran-5 Lebih Sulit Dicegat

Drone Geran merupakan keluarga pesawat nirawak serang satu arah atau one-way attack drone yang dikembangkan Rusia berdasarkan teknologi Shahed asal Iran. Sejak awal perang skala penuh pada 2022, drone jenis ini digunakan Rusia untuk menyerang berbagai sasaran di Ukraina, termasuk fasilitas energi, bangunan, dan infrastruktur strategis.

Versi awal Geran-2 menggunakan mesin piston dengan baling-baling pendorong yang menghasilkan kecepatan relatif rendah. Karakteristik tersebut memungkinkan pasukan Ukraina menggunakan senapan mesin berat, sistem pertahanan udara portabel, serta drone pencegat sederhana untuk menghancurkannya tanpa selalu menghabiskan rudal pertahanan udara yang mahal.

Namun, perkembangan drone Geran bermesin jet mengubah perhitungan tersebut. Rusia kini menggunakan varian Geran-4 dan Geran-5 yang memiliki konfigurasi mesin, struktur badan, serta karakteristik penerbangan lebih maju dibandingkan pendahulunya.

Berdasarkan laporan Defense News pada 14 Oktober 2026, Geran-4 mempunyai kecepatan operasional sekitar 350 hingga 500 kilometer per jam. Sementara itu, Geran-5 yang dirancang dengan bentuk lebih menyerupai rudal jelajah dapat mencapai kecepatan sekitar 500 hingga 600 kilometer per jam dalam konfigurasi tertentu.

Perbedaan kecepatan tersebut menjadi masalah karena banyak drone pencegat Ukraina dirancang untuk mengejar sasaran yang bergerak jauh lebih lambat. Ketika pesawat nirawak Rusia bergerak lebih cepat daripada perangkat pengejarnya, peluang keberhasilan pencegatan menjadi sangat bergantung pada posisi, waktu deteksi, dan kemampuan sistem pengarah.

International Institute for Strategic Studies (IISS) dalam analisis Januari 2026 menjelaskan bahwa pengembangan Geran bermesin jet memperlihatkan perubahan strategi Rusia untuk mengatasi semakin efektifnya pertahanan antidrone Ukraina. Kecepatan tinggi memungkinkan drone Rusia menghindari sebagian drone pencegat serta mempersingkat waktu reaksi awak pertahanan udara di darat.

Bentuk Geran-5 juga menunjukkan perubahan lebih besar dalam pendekatan rekayasa militer Rusia. Berbeda dengan Geran-2 yang menggunakan sayap delta, Geran-5 memiliki desain yang lebih menyerupai rudal jelajah, meskipun tetap mempertahankan sejumlah komponen dan konsep pengoperasian keluarga Geran sebelumnya.

Terbang Terlalu Tinggi bagi Pertahanan Darat

Kecepatan bukan satu-satunya penyebab Ukraina kesulitan mencegat drone Geran generasi terbaru. Rusia juga memanfaatkan kemampuan terbang pada ketinggian yang menyulitkan penggunaan sebagian sistem pertahanan udara jarak dekat.

Dalam laporan Ukrainska Pravda pada 21 Oktober, Ramses mengatakan sejumlah drone Rusia melintas di kawasan tanggung jawab satuannya pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 8.000 meter. Pada ketinggian tersebut, drone berada di luar jangkauan efektif banyak sistem rudal pertahanan udara portabel atau Man-Portable Air Defense Systems (MANPADS) yang digunakan pasukan darat.

Kombinasi kecepatan tinggi dan ketinggian penerbangan yang besar membuat drone Geran bermesin jet lebih sulit dihadapi dibandingkan model berbaling-baling. Satuan pertahanan udara Ukraina yang sebelumnya cukup efektif menggunakan senapan mesin dan drone pencegat kini membutuhkan perangkat dengan kecepatan, sensor, serta jangkauan yang lebih tinggi.

Namun, terbang pada ketinggian besar tidak menjadikan drone Rusia kebal terhadap seluruh sistem pertahanan udara. Pesawat tempur, rudal antipesawat tertentu, dan drone pencegat generasi baru tetap dapat menghadapi ancaman tersebut apabila tersedia dalam jumlah memadai dan ditempatkan pada posisi yang tepat.

Persoalan utamanya adalah keterbatasan jumlah senjata yang mampu menghadapi sasaran berkecepatan tinggi secara terus-menerus. Ukraina harus menjaga wilayah udara yang luas sekaligus melindungi kota, pembangkit listrik, fasilitas industri, dan jalur logistik dari serangan yang berlangsung hampir setiap hari.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi