REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan untuk membuka rute baru layanan Transjabodetabek. Langkah strategis ini diambil menyusul efektivitas layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan sejumlah daerah penyangga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, salah satu faktor yang membuat jumlah pengguna transportasi publik meningkat adalah bertambahnya layanan Transjabodetabek. Hal itu tampak dari jumlah penumpang Transjabodetabek yang umumnya melebihi target saat pertama kali diresmikan.
"Saya mendapatkan laporan Transjabodetabek sebagai contoh, Bogor ke Blok M yang dulunya ditargetkan 2.000, sekarang rata-rata sudah hampir 10.000," kata dia saat konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia mengeklaim, jumlah penumpang yang tinggi juga tercatat di sejumlah rute lain Transjabodetabek. Sebab, saat ini sudah ada 18 rute Transjabodetabek yang dilayani oleh Transjakarta untuk menghubungkan ibu kota dengan Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Cikarang.
Karena itu, Pramono berencana untuk kembali membuka rute baru Transjabodetabek ke depan. Dengan adanya penambahan rute baru tersebut, diharapkan konektivitas layanan transportasi publik di wilayah aglomerasi akan menjadi semakin baik.
"Maka rute-rute baru untuk Transjabodetabek akan kita pikirkan untuk membuat konektivitasnya menjadi semakin baik," ujar Pramono.




