Selasa 20 Oct 2026 18:29 WIB

Tim UNM Hadirkan Inovasi Digital untuk Desa Cimulang

Program Desa Dalam Satu Akses permudah tata kelola pelayanan publik warga.

Tim Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cimulang.
Foto: dok UNM
Tim Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cimulang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Tim Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Cimulang. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan tata kelola di wilayah tersebut.

Program yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) ini melahirkan inovasi bertajuk "Desa Dalam Satu Akses". Inisiatif tersebut dirancang khusus untuk membantu tata kelola data pelayanan publik dan sosial desa secara lebih efektif.

Baca Juga

Melalui program ini, tim mahasiswa dan dosen Informatika S1 merancang platform digital yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan warga lokal. Sistem ini tidak hanya memuat informasi desa, tetapi juga difokuskan untuk membantu pendataan warga terlantar dan pemetaan kebutuhan penyandang disabilitas.

Selain itu, platform ini juga mencakup integrasi data Posyandu serta digitalisasi pencatatan kasus oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Langkah ini diambil untuk memastikan setiap penanganan permasalahan sosial tercatat dengan baik dalam satu sistem terpadu.

Pengembangan platform berbasis frictionless dan multi-platform ini terintegrasi dengan Google Maps serta WhatsApp guna mempermudah akses warga. Pendekatan praktis ini dihadirkan agar teknologi dapat digunakan secara mudah oleh seluruh lapisan masyarakat desa.

Ketua Program Studi Informatika Strata 1 UNM, Arfhan Prasetyo, menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan teknis dalam mengatasi persoalan nyata di lapangan. Pengalaman langsung ini sangat penting untuk membentuk kompetensi lulusan yang siap kerja.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diasah tidak hanya dalam kemampuan coding atau user experience design, tetapi juga empati digital untuk membaca masalah sosial dan menerjemahkannya ke dalam solusi teknologi. Kami ingin mencetak teknolog yang tidak hanya fasih berbicara dengan mesin, tetapi juga mampu mendengar suara masyarakat,” kata Arfhan dalam rilis yang diterima, Senin (19/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, tim akan mematangkan pengembangan modul PSM, sistem pendataan kesehatan anak, hingga fitur catatan pengaduan aspirasi warga. Seluruh rangkaian pengembangan direncanakan berjalan secara berkelanjutan bersama pemerintah desa setempat.

“Langkah ini mempertegas komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Inovasi berbasis data ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan publik sekaligus mendukung terciptanya tata kelola desa yang inklusif,” ujar Arfhan.

Berita Lainnya

Rekomendasi