Selasa 20 Oct 2026 17:51 WIB

UNM dan PT KAI Gelar Pelatihan Analisis Bisnis Berbasis AI

Pelatihan praktis bekali peserta strategi pemasaran digital berbasis data.

Pelatihan AI UNM.
Foto: dok UNM
Pelatihan AI UNM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nusa Mandiri Excellent Center of Artificial Intelligence and Innovation (NEX.AI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) bekerja sama dengan PT Kreasi Alam Inspirasi (KAI) menggelar pelatihan analisis bisnis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital di tengah masyarakat.

Pelatihan bertajuk “From Insight to Impact: AI-Powered Business Analysis for Smarter Marketing” tersebut berlangsung di Ruang Workshop UNM Kampus Jatiwaringin, Jalan Raya Jatiwaringin Nomor 2, Jakarta Timur. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Baca Juga

Pelatihan interaktif ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pemahaman praktis dalam mengolah data bisnis dan memahami pola perilaku konsumen. Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, peserta diajarkan menyusun strategi pemasaran digital yang presisi dan berbasis data.

Acara ini diikuti secara antusias oleh dosen, mahasiswa internal maupun eksternal kampus, serta masyarakat umum dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kepala NEX.AI sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Ali Khumaidi, menekankan pentingnya pengolahan data di era transformasi digital yang berkembang pesat.

“Kunci keberhasilan bisnis saat ini tidak hanya terletak pada kreativitas promosi semata, melainkan pada kemampuan mengolah data menjadi wawasan strategis yang dapat diuji dan ditindaklanjuti,” kata Dr. Ali dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (19/10/2026).

Dipandu oleh narasumber utama Ridzky Ramadhan dari tim pakar PT KAI, pelatihan dilakukan secara aplikatif menggunakan studi kasus bisnis coffee shop “NUSA BREW” dengan simulasi 7.000 data transaksi. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata bagi para peserta dalam menganalisis pasar.

Peserta diajarkan mempraktikkan Prompt Framework untuk menganalisis tren penjualan hingga mengidentifikasi segmen pelanggan tanpa perlu penguasaan bahasa pemrograman yang rumit. Metode pembelajaran tersebut memudahkan pemula untuk memahami teknologi kecerdasan buatan.

Sebagai luaran kegiatan, ia menegaskan bahwa setiap peserta dibekali kemampuan menyusun rancangan awal Data-Driven Promotion Plan, seperti program strategi kemitraan NUSA BREAK dan NUSA REPEAT. Bekal keterampilan ini sangat berguna untuk pengembangan usaha di masa depan.

“Keterampilan ini diharapkan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing usaha. Penyelenggaraan pelatihan ini sekaligus mempertegas peran UNM sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mendorong literasi digital dan kesiapan SDM di bidang kecerdasan buatan. Melalui sinergi riset dan terapan AI, UNM berkomitmen melahirkan talenta digital yang inovatif demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dr. Ali.

Berita Lainnya

Rekomendasi