Senin 19 Oct 2026 11:07 WIB

Waspada Influenza Tipe A

Gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan jenis infeksi.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM, MKes, CH, CHt, AIFO-K.
Foto: Dok Istimewa
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM, MKes, CH, CHt, AIFO-K.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Influenza tipe A perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih berat dibandingkan batuk pilek biasa. Infeksi virus ini dapat menimbulkan demam tinggi, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem, bahkan berisiko memicu komplikasi serius seperti pneumonia.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM, MKes, CH, CHt, AIFO-K, menjelaskan bahwa Influenza Tipe A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, termasuk subtipe H1N1 dan H3N2. Berbeda dengan common cold yang umumnya disebabkan oleh rhinovirus, influenza dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dan muncul secara mendadak.

Gejala Mendadak Menjadi Pembeda Utama

Influenza Tipe A umumnya ditandai dengan demam di atas 38 derajat Celsius, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa sangat lemas. Gejala tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa.

“Perbedaan utamanya dengan batuk pilek biasa terletak pada kecepatan munculnya gejala, hadirnya demam tinggi serta pegal-pegal hebat yang jarang ditemukan pada batuk pilek biasa,” jelas dr. Resna.

Meski demikian, gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan jenis infeksi yang dialami. Pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi memburuk atau muncul tanda bahaya.

Mudah menular dan dapat memicu wabah

Virus influenza menyebar terutama melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

“kemampuan virus untuk mengalami perubahan menjadi salah satu alasan influenza perlu terus diwaspadai. Jika diabaikan, lonjakan kasus yang parah tidak hanya dapat membebani fasilitas kesehatan, tetapi juga mengancam jiwa kelompok masyarakat yang rentan,” ungkapnya.

Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus sejak sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga beberapa hari setelah sakit. Masa penularan dapat berlangsung lebih lama pada anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kelompok Rentan Berisiko Mengalami Komplikasi

Anak-anak di bawah usia lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, ibu hamil dan perempuan yang baru melahirkan termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi influenza. Risiko juga meningkat pada orang dengan penyakit penyerta, seperti asma, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Kelompok tersebut perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala influenza.

Kenali Tanda Bahaya dan Penanganannya

Penderita perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, demam tinggi yang menetap, atau gejala yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.

“Penanganan influenza umumnya meliputi istirahat yang cukup, pemenuhan kebutuhan cairan, dan penggunaan obat pereda gejala sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dokter juga dapat meresepkan antivirus, seperti oseltamivir, terutama bagi pasien yang berisiko mengalami komplikasi. Obat antivirus umumnya memberikan manfaat terbesar apabila dimulai sedini mungkin, idealnya dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.” Ujar dr. Resna

Influenza tidak memerlukan antibiotik karena disebabkan oleh virus. Antibiotik hanya dapat dipertimbangkan apabila dokter menemukan infeksi bakteri yang menyertai. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter karena penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Vaksinasi dan Kebiasaan Sehat untuk Mencegah Penularan

Vaksinasi influenza tahunan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk membantu mengurangi risiko penyakit berat dan komplikasi. Selain itu, masyarakat dianjurkan mencuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sirkulasi udara.

Resna menekankan bahwa vaksinasi tetap penting meskipun tidak memberikan perlindungan mutlak terhadap seluruh kemungkinan infeksi.

“Meskipun tidak menjamin seseorang bebas dari risiko terinfeksi secara mutlak akibat mutasi virus yang cepat, orang yang sudah divaksinasi akan mengalami gejala yang jauh lebih ringan dan sembuh lebih cepat,” ujarnya.

Lingkungan kampus perlu mendukung pencegahan

Lingkungan kampus memiliki intensitas interaksi yang tinggi sehingga upaya pencegahan perlu menjadi perhatian mahasiswa dan sivitas akademika. Mahasiswa yang sedang sakit sebaiknya beristirahat di rumah dan mengikuti ketentuan perizinan akademik yang berlaku agar risiko penularan dapat dikurangi.

“Penting untuk menjaga kebersihan fasilitas bersama melalui sirkulasi udara yang baik, rutin membersihkan area yang sering disentuh, menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer di tempat strategis,” jelas dr. Resna.

Pihak kampus juga dapat mendukung pencegahan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyediaan fasilitas kebersihan, serta penyebaran informasi mengenai vaksinasi influenza.

Tetap Tenang dan Tidak Mengabaikan Gejala

Menutup penjelasannya, dr. Resna mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten. Pola hidup sehat, vaksinasi, istirahat ketika sakit, serta pemeriksaan medis saat gejala memburuk merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada karena Influenza Tipe A merupakan penyakit yang sangat bisa dicegah, diobati, dan dikendalikan dengan kunci kepedulian serta kedisiplinan,” pesannya.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi