Kamis 15 Oct 2026 18:13 WIB

PB ESI Susun Program Pembinaan Atlet Esports hingga 2030

Pemerintah menargetkan penyediaan dana pensiun atlet mulai 2027.

Pelantikan pengurus PB ESI periode 2026–2030 di Jakarta, Kamis (15/10/2026), yang turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Foto: PB ESI
Pelantikan pengurus PB ESI periode 2026–2030 di Jakarta, Kamis (15/10/2026), yang turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menyiapkan sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas) berkelanjutan, pembinaan berbasis sport science, serta perlindungan kontrak atlet untuk meningkatkan prestasi esports Indonesia. Program tersebut menjadi prioritas kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 yang resmi dilantik di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Ketua Umum PB ESI M. Herindra mengatakan, pembinaan atlet esports membutuhkan jalur prestasi yang jelas dan dukungan lintas sektor. Selain peningkatan kemampuan atlet, organisasi juga akan memberi perhatian terhadap integritas kompetisi dan pengembangan industri gim dalam negeri.

Baca Juga

“Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa,” kata Herindra dalam acara pelantikan di Hallf Pati Unus, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).

Herindra menilai besarnya populasi generasi digital Indonesia menjadi peluang untuk mengembangkan atlet esports berprestasi. Namun, potensi tersebut membutuhkan sistem pembinaan yang mampu memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah.

“Pelantikan ini adalah awal tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih prestasi. Lebih dari 60% penduduk kita adalah generasi digital, dan mandat kami adalah mengubah potensi besar ini menjadi kekuatan yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujarnya.

Dalam kepengurusan baru, PB ESI akan memprioritaskan pengembangan infrastruktur pembinaan, kepastian kontrak atlet, dan pencegahan praktik perjudian maupun kecurangan dalam kompetisi. Organisasi juga mengharapkan dukungan pemerintah dalam penyederhanaan perizinan dan pengembangan jaringan industri esports.

“Kita harus memperkuat daya dukung infrastruktur Esports Indonesia melalui jalur prestasi yang jelas dan pelatnas berkelanjutan, pembinaan berbasis sport science, perlindungan regulasi dan kontrak atlet, hingga menjaga integritas dari perjudian dan kecurangan. Kami juga mengajak kementerian terkait untuk mempermudah perizinan dan jaringan agar ekosistem berpihak pada talenta lokal,” jelas Herindra.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menilai atlet esports Indonesia telah menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat internasional. Ia menyoroti keberhasilan Indonesia meraih dua medali perak pada Asian Games serta prestasi di tingkat Asia Tenggara.

“Saya beri penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketum PB ESI, jajaran pengurus, atlet, dan pelatih yang selalu membuat Indonesia bangga. Baru saja tim Esports merebut dua medali perak di Asian Games dan menjadi juara umum di tingkat Asia Tenggara,” ujar Marciano.

Marciano juga meminta PB ESI memberikan ruang lebih besar bagi gim buatan pengembang Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi. Menurut dia, pengembangan industri esports perlu berjalan bersamaan dengan pengawasan terhadap praktik perjudian daring.

“Saya menitipkan untuk memberi ruang kepada event esports produk anak bangsa sendiri agar industri kita semakin jaya. Kepada Menkomdigi, mari kita kawal bersama agar esports tidak disalahgunakan terkait judi sehingga menjadi cabang olahraga yang tidak membuat orang tua khawatir,” tegas Marciano.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan rencana pemerintah mengembangkan sistem pelatnas jangka panjang. Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan prestasi atlet sekaligus mengembangkan potensi ekonomi industri olahraga.

“Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek,” ungkap Erick Thohir.

Erick juga menyinggung rencana penyediaan dana pensiun bagi atlet mulai 2027. Menurut dia, perhatian terhadap kesejahteraan atlet diperlukan agar pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi selama masa kompetisi.

“Mulai tahun depan diharapkan sudah ada dana pensiun atlet. Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry,” ujar Erick.

Dalam acara tersebut, PB ESI turut memberikan penghargaan kepada tim Pokémon UNITE dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang meraih medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Pelantikan kepengurusan baru juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Berita Lainnya

Rekomendasi