REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT -- Salah satu saksi, Heri (46) insiden ledakan di Pasar Cimanggis di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10/2026) mengaku mendengar ledakan besar seperti suara bom. Ledakan di salah satu ruko itu menurut Heri terjadi sekitar 15 menit selepas Maghrib.
"Ledakan gede banget seperti bom. Saya sampai melompat kaget dan lari. Untung ledakannya tidak mengarah ke saya," kata Heri kepada Republika.
Heri yang adalah pedagang kelapa di pasar itu mengatakan, ledakan berasal dari ruko di sisi belakang yang merembet ke arah depan dan samping.
Berdasarkan keterangan Heri, dia tidak bisa memastikan jumlah korban, tapi ada dua kantong mayat yang dibawa petugas yang dievakuasi dari lokasi ledakan. Beberapa korban luka juga dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Ciputat.
Lokasi ledakan di Pasar Cimanggis tersebut hingga Rabu malam masih disterilkan dan dijaga belasan personel Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki peristiwa tersebut.
Pantauan di lokasi, sejumlah personel Brimob berjaga di sekitar titik ledakan. Pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran satu mobil teknisi bom dari Korps Brimob dan satu kendaraan taktis (rantis) Brimob. Area sekitar titik ledakan belum dibuka untuk umum.
Selain pengamanan ketat, aliran listrik di lokasi ledakan masih padam total. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sekitar titik kejadian belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, polisi masih melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap penyebab ledakan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan maupun penyebab pasti ledakan di Pasar Cimanggis tersebut.




