REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal mulai melaksanakan program LPDP Jakarta pada 2027. Melalui program itu, sekitar 50 hingga 75 orang akan diberikan beasiswa melanjutkan pendidikan jenjang S2 dan S3 di luar negeri.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, program itu akan sepenuhnya menggunakan APBD Provinsi DKI Jakarta. Namun, proses seleksi calon penerima beasiswa itu akan mengikuti mekanisme LPDP Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"LPDP ini kan pengaturannya melalui pemerintah pusat, walaupun dana yang dipersiapkan adalah dana dari DKI Jakarta," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Meski begitu, ia menyatakan, program itu akan mulai berjalan pada 2027. Pasalnya, anggaran untuk program tersebut telah dimasukkan dalam RAPBD DKI Jakarta 2027. "Sudah masuk di APBD. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai bisa dijalankan," ucap Pramono.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan, anggaran yang disiapkan untuk program LPDP Jakarta mencapai Rp 100 miliar. Dia memastikan, kebutuhan anggaran tersebut telah tertuang dalam RAPBD 2027.
"Untuk 2027 anggarannya memang sudah masuk, jadi mudah-mudahan 2027 sudah, seperti Pak Gub tadi sampaikan, bisa terlaksana," ujarnya.




