Rabu 14 Oct 2026 13:44 WIB

Flash Charging BYD Diluncurkan di RI, Isi Baterai 70 Persen Hanya 5 Menit

Pengisian daya baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam 5 menit.

Pengguna mobil listrik saat melakukan pengisian daya di SPKLU Ultra Fast Charging di Rest Area A KM 65 tol Medan-Tebing Tinggi.
Foto: PLN
Pengguna mobil listrik saat melakukan pengisian daya di SPKLU Ultra Fast Charging di Rest Area A KM 65 tol Medan-Tebing Tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - BYD meluncurkan teknologi pengisian daya ultra cepat atau flash charging di Indonesia yang dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua dengan kemampuan mengisi daya baterai kendaraan listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam 5 menit. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam 9 menit pada kondisi lingkungan normal.

“5 dan 9 menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi, atau mendengarkan sekitar dua lagu,” ujar Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li pada peluncuran tersebut di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga

BYD menyebut, flash charging dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama kendaraan listrik, yakni waktu pengisian daya yang relatif lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

“Mereka mengatakan, ‘saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya. Pengisian daya yang kurang, dan waktu pengisian dayanya terlalu lama.’ Untuk mengatasi masalah konsumen ini, BYD bertanggung jawab untuk menjawabnya menggunakan teknologi,” kata Vice President BYD Co., Ltd, Liu Xueliang.

Teknologi ini mengandalkan flash charger dengan daya pengisian hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektornya. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.

Selain menghadirkan pengisian daya berkecepatan tinggi, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan untuk mendukung kemampuan pengisian cepat sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan ketahanan baterai.

BYD mengeklaim kepadatan energi baterai generasi kedua meningkat lebih dari 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan jarak tempuh kendaraan listrik mencapai lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China CLTC.

Baterai tersebut juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap degradasi hingga 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.

Dari sisi infrastruktur, flash charging menggunakan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan daya tinggi tanpa memberikan tekanan berlebih pada jaringan listrik.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi