REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG, – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi dan deklarasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, perundungan, serta kekerasan pada anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di daerah tersebut.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa program ini sangat penting untuk menjaga benteng pertahanan moral anak sejak dini. Hal ini disampaikannya di tengah pesatnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung.
Hidayat memberikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kepulauan Bangka Belitung yang telah menginisiasi Program PAAREDI. Menurutnya, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan bagi generasi penerus bangsa agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, bebas dari ancaman narkoba, perundungan, maupun aksi kekerasan.
"Peran aktif PKK melalui program PAAREDI menjadi pilar utama dalam membendung pengaruh negatif pada era digital serta memastikan pola asuh berjalan optimal dari lingkungan keluarga," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Selasa.
Pemerintah daerah bersama TP PKK dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen untuk hadir melindungi anak-anak. Mereka memastikan bahwa sekolah dan rumah menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Hidayat menjelaskan bahwa kolaborasi ini harus mampu menjawab tantangan era digital, seperti pergaulan negatif dan cyber bullying (perundungan siber). Oleh karena itu, pemerintah berupaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak melalui pendampingan, pengawasan, serta penguatan pendidikan karakter secara berkesinambungan.
Upaya tersebut melibatkan peran serta aktif dari orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah daerah. Pendidikan ramah anak dipandang sebagai kunci untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh.
"Anak-anak adalah masa depan Bangka Belitung. Kita tidak boleh membiarkan masa depan mereka rusak oleh narkoba, perundungan, maupun kekerasan di era digital ini," tegas Hidayat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




