Selasa 13 Oct 2026 15:27 WIB

Kapolri Ingin Indonesia Bersih dari Peredaran Narkoba

Menurut Suyudi, Indonesia sampai saat ini masih dalam status darurat narkoba.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Erik Purnama Putra
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto usai acara Pelantikan kepala dan wakil kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Foto: Republika/Prayogi
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto usai acara Pelantikan kepala dan wakil kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol Dedi Prasetyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri meningkatkan operasi penindakan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di seluruh Indonesia. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan, peningkatan penindakan tersebut dilakukan untuk misi pemberantasan narkoba yang lebih tegas dan masif.

Menurut dia, Indonesia sampai saat ini masih dalam status darurat narkoba. "Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang semakin masif," kata Suyudi di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga

Dia pun memerintahkan agar seluruh kepolisian mengambil langkah penindakan serupa di wilayah hukum masing-masing. "Kita harus lebih masif bertindak dalam pemberantasan narkoba ini," ujar Suyudi yang masih merangkap Kepala BNN.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi