Selasa 13 Oct 2026 08:01 WIB

Peretas Membajak Lemari Pendingin 150 Supermarket Prancis

Skala serangan terus berkembang.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi peretas.
Foto: Unsplash
Ilustrasi peretas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Serangan siber yang biasanya identik dengan pencurian data, rekening bank, atau lumpuhnya komputer kini menyentuh sesuatu yang jauh lebih fisik: makanan di rak supermarket. Peretas mengambil alih sistem pendingin ratusan toko di Prancis, menaikkan suhu lemari es dan freezer hingga sekitar 50 derajat Celsius, memicu kebakaran di sejumlah lokasi dan membuat makanan segar serta beku harus dibuang.

Sekitar 150 toko jaringan Intermarché terdampak serangan tersebut, menurut Reuters, Senin (12/10/2026). Namun, angka itu bukan jumlah keseluruhan karena Coopérative U dan Carrefour juga mengonfirmasi toko mereka menjadi korban.

Baca Juga

Reuters melaporkan suhu perangkat pendingin di sejumlah Intermarché dipaksa naik hingga sekitar 50 derajat Celsius selama enam jam. Perusahaan akhirnya membuang seluruh makanan yang berpotensi terkena dampak untuk mencegah risiko kesehatan terhadap konsumen.

Serangan tersebut memperlihatkan bagaimana dunia siber dan infrastruktur fisik kini semakin sulit dipisahkan. Ketika sebuah komputer pengendali lemari pendingin diretas, konsekuensinya bukan sekadar layar yang tidak dapat digunakan, tetapi daging, produk susu, makanan beku, dan stok makanan lain yang bisa rusak dalam hitungan jam.

Kantor Kejaksaan Paris menyebut insiden itu sebagai serangan berskala besar yang memengaruhi lemari pendingin terkoneksi di sejumlah perusahaan ritel makanan besar di seluruh Prancis. Kerusakan yang dilaporkan tidak hanya berupa kehilangan makanan, tetapi juga kebakaran di sejumlah lokasi.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu kemudian memerintahkan badan keamanan siber nasional ANSSI untuk turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Prancis juga mulai berkoordinasi dengan negara-negara Eropa lainnya karena pemerintah tidak menutup kemungkinan insiden serupa terjadi di luar wilayahnya.

Skala serangan terus berkembang sepanjang Senin. Euronews melaporkan sekitar 150 hingga 200 toko Intermarché terkena dampak, sementara hampir 100 gerai milik Coopérative U juga mengalami serangan terhadap instalasi pendinginnya.

Carrefour kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar 80 supermarketnya juga terdampak. Dengan tambahan tersebut, jumlah toko yang terkena gangguan jauh lebih besar daripada angka 150 yang pertama kali muncul pada laporan awal.

Jaringan Monoprix, E.Leclerc, dan Auchan belum memberikan penjelasan kepada Reuters ketika laporan diterbitkan. Karena itu, skala akhir insiden masih mungkin berubah seiring penyelidikan dan pemeriksaan sistem berlangsung.

TF1 Info melaporkan serangan bekerja dengan mengambil kendali jarak jauh atas sistem pengaturan suhu fasilitas pendingin. Di sebuah supermarket dekat Bordeaux, freezer dilaporkan mencapai 50 derajat Celsius pada tengah malam sehingga seluruh produk beku di dalamnya mencair dan tidak lagi dapat dijual.

Pengelola toko tersebut memperkirakan kerugian mencapai sekitar 20 ribu euro hanya dari stok yang harus dibuang. Nilai total kerugian nasional belum dapat dihitung karena banyak toko masih melakukan pemeriksaan dan pemusnahan barang.

TF1 juga melaporkan sejumlah toko lain mengosongkan rak daging dan makanan beku setelah sistem pendingin mengalami gangguan. Beberapa perangkat bahkan dilaporkan mencapai suhu yang jauh di atas batas normal akibat perubahan konfigurasi dari jarak jauh.

Presiden Coopérative U Dominique Schelcher mengatakan serangan mulai mengenai fasilitas produksi dingin jaringan tokonya sejak malam sebelumnya. Menurut dia, tim teknis bersama para spesialis pendinginan dikerahkan untuk memulihkan sistem secepat mungkin.

Schelcher menyebut serangan terhadap peralatan yang dibutuhkan untuk mempertahankan makanan segar dan menjamin pasokan pangan sebagai tindakan yang sangat serius. Ia juga mengatakan penyelidikan diperlukan untuk mengetahui siapa yang berada di balik serangan tersebut.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi