Senin 12 Oct 2026 22:34 WIB

Menag: Eksploitasi Alam Bisa Percepat Datangnya Kiamat

Pendekatan agama penting untuk lestarikan lingkungan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Foto: Republika/Prayogi
Menteri Agama Nasaruddin Umar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag), Prof Nasaruddin Umar mengingatkan manusia agar tidak memperlakukan alam semesta sebagai objek yang bebas dieksploitasi.

Dia mengajak umat membangun kesadaran ekologis melalui nilai keagamaan ukhuwwah makhluqiyyah atau persaudaraan sesama makhluk Tuhan.

Baca Juga

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat meluncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Agama memperkenalkan ukhuwwah makhluqiyyah, persaudaraan sebagai sesama makhluk Tuhan. Selama kita menganggap alam semesta ini benda mati untuk dieskploitasi, kiamat akan datang lebih awal," ujar Nasaruddin dalam siaran persnya, Senin (12/10/2026).

Menurut dia, alam semesta bukanlah benda mati yang dapat diperlakukan sesuka hati manusia.

Manusia memiliki ikatan persaudaraan kosmis dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan sehingga menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari kesadaran spiritual.

Nasaruddin menilai, pendekatan agama memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi pengawas batin yang membimbing perilaku manusia, bahkan ketika tidak ada aparat penegak hukum yang mengawasi.

"Bahasa agama sangat penting karena itu bisa memandu orang. Di dalam hutan belantara tidak ada polisi pun, orang tidak akan merusak alam. Karena ada bahasa agama yang mengawasi di mana pun orang itu berada," ucap dia.

Karena itu, Nasaruddin mengusulkan agar pendekatan penyelamatan lingkungan berbasis bahasa agama tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga diperkenalkan ke tingkat global.

Kementerian Agama, lanjut dia, siap mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan ke dalam pembelajaran di lembaga pendidikan keagamaan.

Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antara pendidikan karakter, kesadaran spiritual, dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Berita Lainnya

Rekomendasi