REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kian masif memengaruhi berbagai sektor bisnis, mulai dari analisis data hingga pemasaran digital. Menanggapi tren tersebut, Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan AI secara kritis dan bijak.
Penggunaan AI dalam bisnis menuntut mahasiswa manajemen tidak sekadar piawai menggunakan alat digital, tetapi juga cermat dalam mengambil keputusan. Teknologi ini diposisikan sebagai pendorong produktivitas tanpa mengesampingkan pemahaman terhadap risiko, etika, dan konteks industri.
Ketua Prodi Manajemen UNM Instianti Elyana menegaskan, mahasiswa perlu memiliki pola pikir analitis agar tidak menelan mentah-mentah hasil keluaran AI. Menurutnya, teknologi hanya bertindak sebagai alat bantu dalam proses berpikir.
“AI memang dapat mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan bisnis tetap membutuhkan pemikiran kritis manusia yang memahami etika, risiko, dan konteks riil. Mahasiswa jangan langsung percaya pada jawaban AI, melainkan harus selalu melakukan verifikasi dan validasi data,” kata Elyana dalam rilis yang diterima, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, tantangan utama mahasiswa manajemen adalah mengidentifikasi masalah bisnis yang tepat untuk diselesaikan dengan bantuan AI. Penguasaan fondasi ilmu manajemen dasar, seperti pemasaran, keuangan, hingga hukum dan etika bisnis, menjadi kunci utama dalam mempertimbangkan strategi.
Selain itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar terus beradaptasi secara fleksibel dan tidak cepat puas hanya dengan menguasai satu platform AI tertentu.
“Jangan fokus pada satu alat saja. Bangun kemampuan untuk memahami fungsi dasar teknologi dan teruslah belajar secara adaptif ketika muncul inovasi baru,” tegasnya.
Melalui kurikulum berbasis digital, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen mencetak lulusan manajemen yang adaptif dan berdaya saing.
“Penguasaan teknologi yang diimbangi dengan kecerdasan emosional dan analisis kritis diharapkan mampu menjadikan lulusan UNM siap memimpin di era transformasi digital,” tandasnya.




