REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Masjid tak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Semangat tersebut diwujudkan Yayasan Mochamad Thohir melalui peluncuran Serambi Kuliner At-Thohir di kawasan Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Mengusung tema "Cita Rasa Halal dalam Cahaya Keberkahan", Serambi Kuliner At-Thohir dikembangkan sebagai ruang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menyediakan fasilitas kuliner yang nyaman bagi jamaah dan wisatawan.
Ketua Umum Yayasan Mochamad Thohir, Giovanna Aanisa Thohir, mengatakan pengembangan Serambi Kuliner merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem masjid yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, meningkatnya jumlah jamaah dan wisatawan perlu diimbangi dengan fasilitas pendukung serta kesempatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
"Serambi Kuliner bukan hanya tentang menyediakan tempat untuk berjualan, namun Masjid ingin menciptakan ruang usaha yang memberikan tempat berjualan yang lebih baik dan nyaman, jamaah yang semakin ramai, kualitas produk dan pelayanan yang semakin baik, dan pada akhirnya kesejahteraan usaha yang berkelanjutan," ujar Giovanna dalam sambutannya.
Saat ini, terdapat 35 tenant UMKM yang menjadi bagian dari Serambi Kuliner At-Thohir. Sebanyak 12 tenant beroperasi setiap hari, sedangkan tenant lainnya berjualan pada Jumat hingga Ahad.
Untuk meningkatkan kualitas kawasan, Yayasan Mochamad Thohir berkolaborasi dengan sejumlah mitra menyediakan 35 tenda bagi para pedagang. Kawasan tersebut juga dilengkapi 38 set meja dan payung, lampu LED untuk menampilkan informasi dan menu, serta perlengkapan pendukung agar penampilan pedagang lebih rapi.
View this post on Instagram




