Jumat 09 Oct 2026 19:34 WIB

Kala Prajurit RI-Australia Serbu Kelompok Separatis

Latihan gabungan Wirra Jaya telah rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2013.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fitriyan Zamzami
Pasukan militer Indonesia dan Australia menggelar latihan militer gabungan Wirra Jaya ke-14 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026).
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Pasukan militer Indonesia dan Australia menggelar latihan militer gabungan Wirra Jaya ke-14 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Indonesia dan Australia menggelar latihan militer gabungan Wirra Jaya ke-14 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Secara total, latihan tersebut melibatkan 200-an prajurit dari angkatan darat kedua negara. 

Pada Jumat (9/10/2026), Republika berkesempatan mengikuti secara langsung simulasi penyerbuan ke sebuah markas separatis yang menjadi bagian dari latihan gabungan Wirra Jaya. Simulasi tersebut dilaksanakan di Lapangan Tembak Tembalang. 

Simulasi dimulai dengan pengoperasian pesawat nirawak (drone) untuk pemantauan sebelum dimulainya patroli. Drone kemudian mendeteksi aktivitas musuh atau separatis di dataran tinggi. Dua regu pasukan, yang terdiri dari campuran personel angkatan darat RI dan Australia, kemudian bergerak secara terpisah untuk melakukan penyergapan.

Pergerakan menuju lokasi musuh dilakukan dengan waspada, tapi tak mengabaikan keefisienan waktu. Setelah musuh terpantau, rentetan tembakan mulai dilepaskan. Dua regu pasukan kemudian perlahan bergerak mendesak empat anggota separatis.

Seiring mundur ke area permukiman, satu per satu anggota separatis berhasil dilumpuhkan. Kendati demikian, dalam simulasi tersebut, terdapat pula anggota pasukan angkatan darat RI dan Australia yang terkena tembakan. 

Pasukan kemudian terus merangksek untuk mengeliminasi anggota separatis yang tersisa. Selain lewat kontak senjata, terdapat adegan perkelahian satu lawan satu antara prajurit angkatan darat dan anggota separatis.

photo
Pasukan militer Indonesia dan Australia menggelar latihan militer gabungan Wirra Jaya ke-14 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2026). - (Kamran Dikarma/Republika)

Setelah menewaskan semua musuh, pasukan kemudian melakukan evakuasi medis terhadap personel yang mengalami luka tembak. Dalam simulasi tersebut, evakuasi dilakukan dengan menerjunkan helikopter. Misi rampung setelah helikopter meninggalkan lokasi dengan membawa prajurit terluka.

Letda Infanteri Rangga Dwika dari Yonif 500 Sikatan/Raider, Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu prajurit TNI AD yang terlibat dalam latihan Wirra Jaya di Kota Semarang. Dia pun berpartisipasi dalam simulasi yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Tembalang.

Dia menerangkan, dalam simulasi tersebut, pasukan RI dan Australia melakukan penyergapan ke daerah yang dihuni kelompok separatis. “Di sini skenarionya penuh kita melawan separatis, tidak ada hostage ataupun sandera,” ujar Rangga ketika diwawancara Republika di lokasi simulasi.

Rangga mengatakan, prajurit TNI AD yang terlibat dalam latihan gabungan Wirra Jaya berjumlah sekitar 125 orang. Mereka berasal dari Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, dan Kodam V/Brawijaya. Dia mengungkapkan, dalam latihan tersebut, terdapat beberapa materi yang menjadi fokus pembelajaran dan pelatihan, antara lain kemampuan menembak, bela diri, pengoperasian drone, serta evakuasi medis.

“Banyak ilmu ataupun materi yang sudah kMi terima dari pihak Australia maupun kita yang memberikan kepada mereka. Harapannya apa yang sudah kita pelajari satu sama lain dapat membantu dan menunjang kualitas latihan angkatan darat kedua negara, sehingga ke depannya kita bisa mengatasi masalah ataupun musuh yang kita hadapi bersama,” ucap Rangga yang merupakan abiturien Akademi Militer 2024.

 

Berita Lainnya