Jumat 09 Oct 2026 05:20 WIB

Militer Israel Bunuh Tujuh Orang di Gaza

Hamas membantah tuduhan Israel menjadikan rumah sakit untuk kegiatan militer.

Warga Palestina menghadiri pemakaman massal bagi 100 orang korban kekejaman Israel, termasuk puluhan anak-anak, di kawasan Al-Zaytun (Zeitoun), Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 6 September 2026.
Foto: EPA/MOHAMMED SABER
Warga Palestina menghadiri pemakaman massal bagi 100 orang korban kekejaman Israel, termasuk puluhan anak-anak, di kawasan Al-Zaytun (Zeitoun), Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 6 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Tujuh warga Palestina meninggal dalam serangkaian serangan Israel di Gaza pada Kamis (8/10/2026). Enam dari tujuh korban meninggal di berbagai wilayah Kota Gaza.

Menurut layanan penyelamatan dan Rumah Sakit Al-Shifa, dua orang meninggal dalam serangan pesawat nirawak terhadap sebuah mobil. Sementara satu orang lainnya tewas dalam serangan pesawat nirawak terhadap sebuah tenda di kamp pengungsian warga yang terpaksa mengungsi.

Baca Juga

“Dua orang, seorang perempuan dan seorang anak, meninggal dan sejumlah lainnya terluka ketika pesawat Israel membombardir sebuah bangunan tempat tinggal” di Kota Gaza, kata pertahanan sipil.

Seorang perempuan juga meninggal akibat tembakan artileri di Kota Gaza. Pertahanan sipil melaporkan bahwa satu orang meninggal akibat tembakan Israel di sebelah tenggara Deir al-Balah, Gaza tengah.

Sementara, Militer Israel mengklaim kepada AFP bahwa tiga orang yang menjadi sasaran serangan tersebut merupakan anggota kelompok-kelompok militer dalam organisasi teroris.

Perang dimulai setelah Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Pada Kamis, Hamas membantah tuduhan Israel bahwa mereka menggunakan rumah sakit di Gaza untuk kegiatan militer. Sebelumnya, militer Israel pada Rabu menuduh para pejuang Hamas “melancarkan serangan dari dalam Rumah Sakit Kamal Adwan” di Gaza utara.

Hamas dalam sebuah pernyataan menyebut tuduhan tersebut sebagai “hasutan kriminal”.

Serangan militer Israel terhadap kelompok Islamis tersebut telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi dan menewaskan lebih dari 74.200 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.450 orang di Gaza dalam pelanggaran terhadap gencatan senjata yang seharusnya mulai berlaku pada Oktober tahun lalu.

Sumber:

The New Arab

Berita Lainnya

Rekomendasi