REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Sebuah laporan dari lembaga yang berada di bawah Kongres Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sedikitnya 81 pesawat, helikopter, dan drone milik Amerika Serikat hilang atau mengalami kerusakan selama operasi militer terhadap Iran sejak perang dimulai sekitar tujuh bulan lalu. Kerugian tersebut diperkirakan mencapai 3,3 miliar dolar AS.
Laporan yang diperbarui pada bulan ini dan diterbitkan oleh Congressional Research Service (CRS), sebuah lembaga riset dan kebijakan publik yang berada di bawah Kongres AS, menyebutkan bahwa jumlah pesawat, helikopter, dan drone Amerika yang mengalami kerusakan atau kehilangan masih dapat bertambah seiring masuknya pembaruan data terbaru.
Laporan tersebut, dikutip Aljazeera, Kamis (8/9/2026), menghimpun berbagai kerugian yang tercatat sejak Amerika Serikat memulai serangannya terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Kerugian terbesar terjadi pada drone jenis MQ-9 Reaper, dengan sedikitnya 45 unit dilaporkan hilang.
Laporan itu juga mencatat 12 pesawat tempur F-15E Strike Eagle dalam daftar kerugian.
Sebanyak tiga di antaranya hancur akibat “friendly fire” atau tembakan dari pihak sendiri di atas wilayah udara Kuwait pada Maret lalu.
Kerugian atau kerusakan lainnya mencakup satu pesawat F-35A Lightning II, dua pesawat A-10 Thunderbolt II, tujuh pesawat tanker KC-135 untuk pengisian bahan bakar di udara, serta satu pesawat E-3 Sentry yang digunakan untuk peringatan dini dan pengawasan udara.




