Kamis 08 Oct 2026 18:21 WIB

Trump Kampanye di Texas, Pidatonya Berkali-kali Diguncang Demonstran

Trump melontarkan tuduhan terhadap orang-orang yang mengganggu pidatonya.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Presiden AS Donald Trump.
Foto: EPA/GIUSEPPE LAMI
Presiden AS Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi gelombang protes ketika berkampanye di San Antonio, Texas, Rabu (7/10/2026) malam waktu setempat. Pidatonya berkali-kali terhenti akibat demonstran yang meneriakkan penolakan dari dalam arena, sementara petugas keamanan mengeluarkan sejumlah orang dari lokasi acara. Ketegangan bahkan berubah menjadi bentrokan fisik ketika seorang pendukung Trump menyerang demonstran yang sedang meninggalkan kerumunan.

Insiden tersebut terjadi di Freeman Coliseum ketika Trump berusaha menggalang dukungan bagi Ken Paxton, kandidat Partai Republik dalam pemilihan Senat Amerika Serikat. Kampanye berlangsung kurang dari sebulan menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026, ketika Partai Republik berusaha mempertahankan mayoritasnya di Kongres. Texas, negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi basis kuat Partai Republik, kini menghadapi persaingan elektoral yang semakin ketat.

Baca Juga

Associated Press melaporkan sedikitnya belasan demonstran menginterupsi pidato Trump sepanjang acara. Sementara itu, CBS News mencatat sedikitnya 10 orang dikeluarkan oleh petugas atau meninggalkan arena setelah melakukan interupsi. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan kategori dan waktu pengamatan masing-masing media, tetapi keduanya memastikan gangguan terjadi berulang kali selama presiden berpidato.

Salah satu insiden paling menegangkan berlangsung kurang dari 10 menit setelah Trump mulai berbicara. Seorang demonstran terlihat bergerak menjauhi area dekat panggung sambil berteriak, sementara seorang pria bertopi merah yang mendukung Trump menarik rambutnya hingga terjadi kontak fisik. Menurut CBS News, peserta lain kemudian berusaha memisahkan keduanya sebelum demonstran tersebut meninggalkan arena.

The Guardian dalam laporan Kamis (8/10/2026) juga mengonfirmasi adanya serangan fisik terhadap demonstran oleh seorang pendukung Trump yang lebih tua. Rekaman televisi memperlihatkan ketegangan di tengah kerumunan ketika petugas keamanan berusaha mengendalikan situasi. Namun, belum tersedia informasi resmi yang memastikan apakah penyerang tersebut ditahan atau dikenai dakwaan pidana.

Trump sempat menjauh dari mikrofon ketika seorang demonstran terlihat mendekati panggung. Setelah orang tersebut disingkirkan dari arena, presiden mengejeknya di hadapan ribuan pendukung yang menghadiri kampanye.

"Dia akan pulang menemui ibunya. Tetapi yang tidak dia ketahui, ibunya memilih Trump," kata Trump sebagaimana dikutip Associated Press, Rabu (7/10/2026).

Pernyataan itu disambut sorakan pendukung Trump yang memadati Freeman Coliseum. Sebagian peserta mengangkat topi koboi dan meneriakkan slogan "USA" untuk menenggelamkan suara demonstran. Namun, gangguan terus berulang bahkan setelah petugas mengeluarkan sejumlah orang dari lokasi.

Demonstran Dituduh Dibayar Musuh Amerika

Seiring berlanjutnya interupsi, Trump mulai melontarkan tuduhan terhadap orang-orang yang mengganggu pidatonya. Ia mengklaim sebagian demonstran sengaja dibayar untuk menciptakan kekacauan dalam kampanye politik. Namun, presiden tidak menyampaikan bukti mengenai siapa yang membayar ataupun organisasi yang diduga berada di balik tindakan tersebut.

"Mereka dibayar oleh musuh negara kita," kata Trump sebagaimana dilaporkan The Guardian, Kamis (8/10/2026).

Tuduhan tersebut bukan pertama kalinya disampaikan Trump terhadap pengunjuk rasa yang menentangnya. Namun, dalam peristiwa San Antonio, belum ada bukti terverifikasi yang menunjukkan para demonstran menerima pembayaran untuk mengganggu kampanye. Karena itu, pernyataan Trump tidak dapat diperlakukan sebagai fakta mengenai identitas maupun motif para peserta protes.

CBS News melaporkan bahwa petugas keamanan dan polisi berulang kali mengawal demonstran menuju pintu keluar. Sedikitnya satu orang terlihat diborgol sebelum dibawa keluar dari lokasi, sementara sejumlah orang lain meninggalkan arena tanpa tindakan serupa. CBS telah meminta keterangan tambahan dari otoritas setempat dan Dinas Rahasia Amerika Serikat, tetapi rincian status hukum seluruh orang yang dikeluarkan belum tersedia dalam laporan tersebut.

Dalam beberapa kejadian, pendukung Trump dan demonstran terlihat saling bersentuhan secara agresif sebelum dipisahkan petugas atau peserta lain. Trump juga mengejek penampilan fisik sejumlah demonstran yang dikeluarkan dari arena. Pernyataan tersebut memancing sorakan pendukungnya, tetapi tidak menghentikan munculnya interupsi berikutnya.

Ketegangan tidak hanya berlangsung di dalam gedung. Di luar Freeman Coliseum, lebih dari 100 demonstran berkumpul untuk menentang kunjungan Trump dan kebijakan pemerintahannya. Mereka datang dengan membawa poster serta meneriakkan slogan penolakan terhadap presiden.

San Antonio Express-News melaporkan demonstrasi di luar arena antara lain diorganisasi Partai Demokrat Bexar County dan kelompok Party for Socialism and Liberation. Peserta menyampaikan kritik terhadap kebijakan imigrasi, perang Iran, serta meningkatnya biaya hidup. Mereka juga mempertanyakan dukungan Trump kepada kandidat-kandidat Partai Republik dalam pemilu November.

Petugas keamanan negara bagian Texas dan aparat setempat membentuk pembatas antara demonstran dan pendukung Trump ketika acara berlangsung. Walaupun terjadi saling ejek dan ketegangan verbal, San Antonio Express-News melaporkan aksi di luar gedung secara umum berlangsung damai. Situasi itu berbeda dengan insiden kontak fisik yang terekam di dalam arena kampanye.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi