Rabu 07 Oct 2026 20:53 WIB

Bedah Buku di FEB UI Kupas Transformasi GDPS

Transformasi perusahaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan bisnis.

Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution (kanan), Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane (kiri) dan Direktur SDM & Operasi GDPS Vicky Firmansyah (tengah) menjadi pembicara pada acara bedah buku
Foto: Erdy Nasrul/Republika
Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution (kanan), Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane (kiri) dan Direktur SDM & Operasi GDPS Vicky Firmansyah (tengah) menjadi pembicara pada acara bedah buku

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan transformasi bisnis selama tujuh tahun menjadi bahan diskusi dalam bedah buku Beyond the Horizon: Seven Years of GDPS Transformation yang digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rabu (7/10/2026). Forum tersebut membahas perubahan model bisnis, penguatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dalam menghadapi dinamika industri business process outsourcing (BPO).

Bedah buku menghadirkan Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) Cornelis Radjawane, Direktur SDM dan Operasi GDPS Vicky Firmansyah, serta Kepala Lembaga Management FEB UI Dr Yasmine Nasution. Sekitar 50 mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri mengikuti diskusi tersebut.

Baca Juga

Buku Beyond the Horizon merekam perjalanan perusahaan dalam mengembangkan layanan sekaligus memperkuat human capital dan teknologi. Transformasi itu diarahkan untuk menggeser perusahaan dari model yang sebelumnya berfokus pada penyediaan tenaga kerja menuju layanan berbasis solusi.

Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane mengatakan transformasi perusahaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan bisnis. Menurut dia, kemampuan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.

“Transformasi GDPS bukan hanya tentang bagaimana kita bertumbuh secara bisnis, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan,” kata Cornelis.

Ia mengatakan perusahaan sebelumnya lebih banyak berfokus pada penyediaan tenaga kerja. Model tersebut kemudian dikembangkan dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi dalam layanan yang ditawarkan.

Perjalanan transformasi itu disebut turut mendorong pertumbuhan jumlah tenaga kerja sebesar 44 persen dalam dua tahun. Perusahaan saat ini menangani 139 proyek di 93 kota serta mendistribusikan tenaga kerja di sejumlah negara.

Teknologi Tetap Bergantung pada Manusia

Direktur SDM dan Operasi GDPS Vicky Firmansyah mengatakan perubahan model bisnis harus diikuti peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Penggunaan teknologi, menurut dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa kesiapan orang yang mengoperasikan dan mengembangkannya.

“Teknologi pada akhirnya adalah enabler. Yang menjadi penggeraknya tetap manusia,” ujar Vicky.

Karena itu, transformasi dilakukan dengan mengembangkan kompetensi dan talenta secara bersamaan. Perusahaan juga memperkuat sistem kinerja dan budaya kerja agar perubahan teknologi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menempatkan manusia dan teknologi sebagai dua unsur yang saling melengkapi. Teknologi digunakan untuk meningkatkan efektivitas proses, sementara sumber daya manusia tetap menjadi penggerak utama dalam pengambilan keputusan dan pelayanan.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi