REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan telah menyurati para kepala sekolah di Jateng dan memperingatkan agar tak ada lagi kasus perundungan atau bullying.
Hal itu merespons kasus Muhamad Hasbi Al Aqib (7 tahun), siswa SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang diduga meninggal akibat perundungan.
“Saya sudah perintahkan dinas, jadi di tempat kita seluruh sekolah harus zero bullying,” kata Luthfi ketika diwawancara di Kota Semarang dan ditanya soal kasus dugaan perundungan berujung kematian di Pemalang, Rabu (7/10/2026).
Dia mengimbau sekolah agar mengedepankan lagi edukasi perihal perundungan kepada para siswa. “Maka seluruh kepala sekolah sudah kita suratin. Tidak ada lagi kejadian seperti kemarin di Pemalang,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng, Uswatun Hasanah, mengungkapkan, sepanjang 2025, pihaknya mencatat 234 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan sekolah.
Kendati demikian, sepanjang 2021-2025, DP3AKB Jateng hanya menangani 12 kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Karena memang sebenarnya korban kekerasan pada perempuan maupun anak, kemudian juga pendampingan, kemudian juga psikolognya, itu terpenuhi dari UPTD kabupaten/kota,” kata Uswatun.




