Selasa 06 Oct 2026 13:11 WIB

CIA Ingatkan Israel akan Risiko Terjadinya Perang Saudara dan Runtuhnya Negara

Asesmen berjudul 'Keretakan dari Dalam' disusun oleh unit Sel Merah CIA.

Bilboard bergambar dua kandidat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot di salah satu sudut kota Tel Aviv.
Foto: EPA/Abir Sultan
Bilboard bergambar dua kandidat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Gadi Eisenkot di salah satu sudut kota Tel Aviv.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Sebuah asesmen CIA yang dirilis pada Senin (5/10/2026), mengingatkan bahwa keteganan politik, ekonomi dan keretakan sosial bisa membuat Israel berada pada kondisi terjadinya perang saudara dan runtuhnya negara. Asesmen berjudul 'Keretakan dari Dalam' disusun pada Agustus oleh Sel Merah CIA, sebuah unit yang ditugaskan pada asumsi intelijen yang menantang. 

Asesmen CIA itu pertama kali dipublikasikan oleh Drop Site News mengutip dua sumber yang mengetahui asesmen tersebut. CIA tidak merespons permintaan konfirmasi dari Drop Site News.

Baca Juga

Asesmen tersebut mengarah pada perpaduan tekanan yang fluktuatif menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober, termasuk tekanan ekonomi, meningkatkan belanja militer, kemarahan terhadap pengecualian wajib militer untuk kalangan Yahudi Ultra-Ortodoks dan meningkatnya kasus kekerasan oleh warga pendudukan Israel di Tepi Barat.

Perang di Gaza, Lebanon dan Iran juga telah memperdalam perpecahan yang telah ada sebelumnya, menurut laporan, di mana para prajurit kembali dari penugasan perang yang panjang, banyak dari mereka yang mengalami trauma psikologis.

Asesmen CIA juga menyoroti isolasi dunia internasional terhadap Israel yang  meluas. Termasuk terkikisnya dukungan di Amerika Serikat, sebagai faktor lain yang memperdalam instabilitas dalam negeri Israel.

sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya

Rekomendasi